Chris Jhon Kembali Naik Ring, Kali Ini Lawan Gubernur NTT dan Menpora

Mantan juara dunia tinju Chris 'The Dragon' John kembali naik ring. Kali ini bukan menghadapi petinju profesional, tapi melawan dua pejabat negara yakni Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Chris Jhon Kembali Naik Ring, Kali Ini Lawan Gubernur NTT dan Menpora
Chris Jhon bertanding lawan Gubernur NTT dan Menpora. ©2019 Merdeka.com/Ananias Petrus

Mantan juara dunia tinju Chris 'The Dragon' John kembali naik ring. Kali ini bukan menghadapi petinju profesional, tapi melawan dua pejabat negara yakni Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Pertandingan digelar di Gedung Olahraga Flobamora (GOR) Oepoi Kupang, Minggu (7/7) malam. Ini merupakan pertarungan eksibisi sebelum partai utama antara tiga petinju Indonesia, melawan petinju dari Australia dan Filipina.

Tepukan tangan serta teriakan riuh mengiringi saat Viktor naik ke atas ring. Gubernur yang mengenakan jaket kuning tampak tampil prima, dan sempat memukul mundur petinju Chris Jhon pada menit awal.

Chris yang tidak ingin tersudutkan mulai bertahan pada menit terakhir di ronde pertama. Dia berhasil membalas dan memukul mundur Viktor hingga wasit menghentikan pertandingan menyusul lonceng waktu berbunyi.

Selain Viktor, Imam Nahrawi pun ikut menantang Chris Jhon. Walaupun sempat terjatuh, namun wasit memutuskan Imam keluar sebagai pemenang di kelas kehormatan.

Pertandingan eksibisi ditutup dengan pemberian cinderamata oleh Chris Jhon kepada gubernur NTT dan Menpora berupa sarung tinju.

Menurut Chris Jhon, dibanding Menpora, pukulan Viktor bukan isapan jempol sehingga membuat dirinya beberapa kali harus menghindar.

"Antara Gubernur dan Menpora, sepertinya pak gubernur lah, karena kita tahu pak gubernur dulunya sempat latih tinju juga, makanya tadi jap jap-nya cukup keras, sehingga saya waspadai bukan isapan jempol ternyata dulu beliau pernah ikut bertinju juga," ungkapnya.


Ia menambahkan, petinju-petinju asal NTT sangat berbakat sehingga ia akan mempersiapkan sasana tinju agar bisa diarahkan menjadi calon juara dunia.

"Mungkin saya sedikit kasih bocoran, jadi kemarin saya bertemu pak gubernur dan saya menyampaikan satu keinginan atau visi misi saya untuk menaikan para petinju dari NTT. Ini kalau diizinkan pak gubernur, saya ingin mempersiapkan petinju dari daerah ini karena menurut saya, petinju dari NTT ini sangat berbakat untuk diarahkan menjadi juara-juara dunia baru. Makanya pak gubernur mendukung saya, dan sepertinya ke depan saya membuat sasana di sini dan arahkan petinju amatir masuk ke profesional," katanya.

Kejuaraan bertajuk 'Border Battle 2019' digelar Chris Foundation, yayasan yang didirikan untuk mencari, mendidik, membina dan menciptakan juara-juara dunia baru di olahraga tinju. Sementara promotor kejuaraan tinju ini yakni, Fahiluka Surya Production asal Kabupaten Belu.

Kejuaraan tinju ini terdiri dari tiga pertandingan internasional dan 15 pertandingan amatir, serta tiga partai tambahan antara petinju NTT melawan petinju dari Timor Leste dan Australia.

Rekomendasi