Tompi Soal Hanum Periksa Ratna Sarumpaet: Dia Dokter Gigi, Bukan Spesialis Bedah

Menurut Tompi, sikap Hanum Rais tergolong melewati batasannya. Terlebih, kredibilitasnya dalam memeriksa Ratna Sarumpaet pun tidak memenuhi apalagi mumpuni.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tompi Soal Hanum Periksa Ratna Sarumpaet: Dia Dokter Gigi, Bukan Spesialis Bedah
Rocky Gerung dan Tompi jadi Saksi Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Teuku Adifitrian alias Tompi bersaksi dalam persidangan kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Dia pun turut menyayangkan sikap Hanum Rais yang seakan mampu melakukan pemeriksaan ke Ratna dan membenarkan kebohongannya.

"Di video itu digambarkan bagaimana mereka berjalan berdua keluar dari salah satu pendopo gitu belakangnya, kemudian Hanum Rais menceritakan sudah memeriksa yang bersangkutan dan yakin betul bahwasanya ini adalah korban pemukulan, dan ini adalah contoh Cut Nyak Dien buat dia, di situ ya konyol aja buat saya gitu," tutur Tompi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/).

Menurut Tompi, sikap Hanum Rais tergolong melewati batasannya. Terlebih, kredibilitasnya dalam memeriksa Ratna Sarumpaet pun tidak memenuhi apalagi mumpuni.

"Pertama, kapasitas dia dokter gigi bukan dokter umum gitu. Bukan spesialis bedah, tentu tidak punya kemampuan untuk mengevaluasi," ujar dia.

Tompi menjelaskan, pendidikan dan profesi dokter gigi sangat berbeda jauh ranah kelimuannya dengan dokter umum. Sementara dokter umum masih punya kapasitas untuk melakukan pemeriksaan luka tubuh.

"Sekolahnya beda banget. Dokter gigi itu sendiri, bukan dari dokter umum terus jadi dokter gigi. Kalau kapasitas dia sebagai dokter umum, masih punya kapasitas untuk itu. Jadi banyak menurut saya yang ganjal," beber Tompi.

Lebih lanjut, pengakuan Hanum Rais yang sudah melakukan pemeriksaan ke Ratna Sarumpaet pun bisa mencederai profesinya.

"Kedua, dia sudah mengaku memeriksa. Artinya kalau memeriksa sudah ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Artinya kalau sudah memeriksa dan salah, ada dua kesimpulannya. Satu tidak mampu, kedua atau berbohong," terangnya.

"Saya sebagai dokter bedah plastik memeriksa pasien ya saya mulai dari interview, ngobrol, mulai dari anamnesa, kemudian pemeriksaan fisik kita raba, ketahuan, nah itu sebagai satu paket," Tompi menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi