Makanan Memakai Pewarna Tekstil Ditemukan di Pasar Tobong Purbalingga

Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan peredaran makanan atau jajanan berbahaya di Pasar Tobong, Kabupaten Purbalingga. Tim JKPT melakukan uji kandungan terhadap sejumlah jenis makanan yang dijual di wilayah pasar tersebut pada Senin (22/4).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Makanan Memakai Pewarna Tekstil Ditemukan di Pasar Tobong Purbalingga
Uji makanan memakai pewarna tekstil. ©2019 Merdeka.com

Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan peredaran makanan atau jajanan berbahaya di Pasar Tobong, Kabupaten Purbalingga. Tim JKPT melakukan uji kandungan terhadap sejumlah jenis makanan yang dijual di wilayah pasar tersebut pada Senin (22/4).

Kasi Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Suyono mengatakan ada dua jenin makanan yang ditemukan mengandung zat berbahaya. Makanan tersebut yakni jajanan mireng dan mie pedes (mides) didapati mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil.

"Setelah diuji kedua jajanan itu positif mengandung pewarna tekstil," kata Suyono saat Monitoring Keamanan Pangan di Pasar Tobong, Senin (22/4).

Beberapa makanan lain seperti bakso goreng (basreng), ikan tongkol, jipang, minuman kopyor juga diuji kandungan zat pewarnanya. Tim JKPT melakukan uji kandungan boraks terhadap 6 jenis makanan tersebut yang banyak dijual di sekitar di Pasar Tobong.

"Dari mulai bakso, ebi, teri, peda dan bleng kami uji apakah mengandung borak atau tidak, yang positif bleng cap Semar dari Solo," imbuh Suyono.

Rijam selaku penjual mengaku tak tahu kalau makanan yang dijualnya tersebut mengandung pewarna tekstil.

"Saya hanya kulak di Pasar Segamas," ungkapnya.

Setelah menemukan adanya makanan berpewarna tekstil, tim JKPT sementara ini masih secara persuasif kepada penjual makanan tersebut. Selanjutnya, sample makanan yang terbukti mengandung Rhodamin B nantinya akan dilaporkan ke Dewan Ketahanan Pangan untuk nantinya ditindaklanjuti.

"Kita laporkan hasilnya sekaligus sosialisasi kepada pedagang yang ada di pasar untuk tidak membeli dan menjual kembali makanan yang terbukti mengandung zat berbahaya tersebut," jelas Suyono.

Ia juga mengimbau untuk masyarakat untuk mengecek tanggal kedaluwarsa makanan yang akan dibeli.

"Beberapa pedagang kami dapati juga menaruh makanan yang hampir kedaluwarsa di etalase depan agar cepat dibeli atau diambil kembali oleh suppliernya," tambahnya.

Rekomendasi