Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Nanik Sudaryati Deyang bereaksi setelah mengetahui Ratna Sarumpaet menyebarkan berita bohong atau hoaks. Nanik mengungkapkan hal itu saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).
Wanita yang dikenal dengan panggilan Nanik S Deyang dihadirkan untuk kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet.
Nanik mengaku awalnya pada 3 Oktober 2018 menelepon menyampaikan permohonan maaf. Menurut Nanik, ia meminta maaf karena kabar penganiayaan yang sebelumnya disampaikan Prabowo Subianto ternyata bohong, sehingga ia meminta agar Nanik menyampaikan maaf ke Prabowo.
"Siang itu sebelum jumpa pers, beliau menyampaikan minta maaf sama saya. Ratna lalu bertanya apakah mbak (Nanik) termasuk orang yang gampang memaafkan. Saya bilang iya," terang dia.
Nanik lantas syok. Ia tak kuasa menahan amarahnya. Nanik lalu menuding Ratna ingin menjatuhkan Prabowo Subianto.
"Di situ pak jujur saya syok. Saya sampai teriak loh Mbak Ratna mau menjatuhkan Pak Prabowo," ucap Nanik.
Nanik lalu menirukan ucapan Ratna, ia menyebut Ratna membantah disebut-sebut akan menjatuhkan Prabowo. Ratna mengaku dirinya hanya berbohong untuk anaknya dan ia akan bertanggungjawab atas penyataan tersebut.
"Ratna sempat teriak 'tidak, saya enggak' (berniat jatuhkan Prabowo)," ujar Nanik.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com