Banjir Bandang Sentani, Wapres JK Tunggu Laporan untuk Siapkan Bantuan

Pemerintah pusat belum mendapatkan laporan detail terkait bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura. Bantuan yang akan diberikan pun disesuaikan dengan hasil pendataan yang dilakukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Bandang Sentani, Wapres JK Tunggu Laporan untuk Siapkan Bantuan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Pemerintah pusat belum mendapatkan laporan detail terkait bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura. Bantuan yang akan diberikan pun disesuaikan dengan hasil pendataan yang dilakukan.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden, Jusuf Kalla usai menghadiri acara Silahturahmi Kebangsaan di Hotel Horison, Kota Bandung, Minggu (17/3).

"Penanganan bencana begitu sudah ada aturannya. Itu BNPB Daerah untuk menangani itu," katanya.

Dia memastikan pemerintah pusat akan memberikan bantuan kepada pemerintah daerah setempat sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Terlebih, apa yang terjadi di Kabupaten Jayapura itu masuk kategori bencana besar.

"Tentu tergantung besaran korban, nanti akan dibantu pemerintah apabila memang bencana besar seperti itu," terangnya.

"Belum, belum ada laporan," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang melanda Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura Sabtu (16/3) malam. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, banjir bandang yang melanda 9 kelurahan telah menimbulkan 50 korban jiwa dan kerusakan.

Banjir melanda Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI dan relawan melakukan penanganan darurat. Posko akan didirikan. Sebagian bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Diduga banjir bandang terjadi disebabkan adanya longsor di bagian hulu yang kemudian menerjang di bagian hilir. Karena volume air terus bertambah kemudian badan air atau bendung alami ini jebol dan menerjang di bagian bawah dengan membawa material-material kayu gelondongan, pohon, batu, lumpur dan lainnya dengan kecepatan aliran yang besar. Ini ditambah dengan curah hujan yang berintensitas tinggi dalam waktu cukup lama. Pada tahun 2007, kejadian banjir bandang juga pernah terjadi di Distrik Sentani.

Rekomendasi