Buya Syafii Kembali Sindir Neno Warisman, Kaitkan Agama Dengan Politik

Buya Syafii menolak jika pemilu dikaitkan dengan permasalahan agama. Seperti doa yang diucapkan Neno Warisman di acara alumni 212 beberapa waktu lalu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Buya Syafii Kembali Sindir Neno Warisman, Kaitkan Agama Dengan Politik
Konpers Doa dan Ikrar Anak Bangsa untuk Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Tokoh Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif meminta agar pemilu tidak dijadikan ajang perpecahan bangsa dan pemicu permusuhan antar masyarakat. Buya Syafii menyebut pemilu hanyalah sebagai ritual rutin lima tahunan.

Buya Syafii menuturkan pemilu merupakan salah satu cara untuk menghidupkan kembali semangat sebangsa dan senegara. Meskipun demikian masyarakat diminta tak perlu terlalu serius hingga berujung pada perpecahan karena perbedaan pilihan.

"Pemilu, pileg, pilpres itu kan ritual 5 tahunan. Jangan dianggap terlalu serius kalau kita tidak suka dengan pemimpin ya tinggal diganti (melalui mekanisme yang berlaku)," ujar Buya Syafii di UMY, Jumat (1/3).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menambahkan bila pemilu adalah bagian dari demokrasi. Buya Syafii menolak jika pemilu dikaitkan dengan permasalahan agama. Seperti doa yang diucapkan Neno Warisman di acara alumni 212 beberapa waktu lalu.

"Demokrasi melatih seseorang untuk sabar jadi jangan main-main, grusa-grusu (terburu-buru). Jangan terlalu serius. Jangan dihubungkan ini (pemilu) nanti kalau tidak menang tidak ada yang sembah Allah," ucap Buya Syafii.

Rekomendasi