Anggota Brimob Polda Metro Jaya sekaligus pemain Timnas U-22, Sani Rizki Fauzi berhasil mengibarkan merah putih di puncak kejuaraan Piala AFF. Kabid Humas Polda Metro, Kombes Argo Yuwono menyampaikan, pimpinan Polri bangga akan keberhasilan Sani. Berkat prestasinya, Sani akan mendapatkan kenaikan pangkat.
"Informasi dari manajer akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa," ujar Argo di Mako Brimob Kwitang, Jakarta, Jum'at (1/3).
Mendengar itu, Sani yang juga hadir di Mako Brimob Kwitang sempat meneteskan air mata karena terharu. Menurutnya, kemenangan ini jugalah berkat kerjasama dari seluruh teman dalam timnya.
"Kami selalu bertekad satu sama lain, untuk selalu memotivasi rekan-rekan satu tim semua agar bisa memberikan hasil yang maksimal, dan alhamdulilah di pertandingan final kemarin kami berjuang keras dan hasilnya pun maksimal," ujar Sani.
Ayah Sani, Edi Riyadi (49) yang ikut menemani Sani pun menyampaikan rasa syukurnya akan kenaikan pangkat yang akan diterima anaknya itu.
"Ya mudah-mudahan saya harapkan dari anak saya ada rizki lebih saya bisa punya rumah sendiri, itu cita-cita saya. Dan mudah-mudahan anak saya dikasih rizki yang banyak, umur yang panjang, dan mudah-mudahan tambah lagi semangat di bidang olahraganya, apalagi dalam masa tugasnya itu," tutur Edi.
Bintang Sekolah Polri
Manajer Timnas U-22, Sumardji sejak awal memang ingin mengorbitkan bintang sepakbola berlatarbelakang Polri. Terbukti, tidak salah pilih untuk melatih Sani.
"Alhamdullilah saya berikan kepercayaan penuh kepada Sani ketika dia berlatih dengan disiplin, terlebih ketika dia secara khusus bersama-sama dengan official saya berikan tanggung jawab penuh kepada Sani untuk debut pertamanya ketika lawan Kamboja," ucap Sumardji.
"Dan kami semuanya bisa tergeleng kepala melihat kesungguhan, melihat keberanian Sani dari peluit awal sampai akhir tidak pernah lelah," ucapnya.
Sumardji turut bangga akan prestasi yang diraih timnya. Menurutnya, Sani selalu bersemangat dan termotivasi berkat keinginannya untuk membanggakan kedua orang tuanya.
"Saya selalu katakan agar bersemangat, kamu ingat orang tua kamu, terutama bapak dan ibumu. Kalau kamu capek kamu ingat wajah saya yang selalu teriak-teriak. Pasti kamu akan termotivasi, termotivasi, termotivasi," ucap Sumardji.
"Karena sepak bola itu pada prinsipnya yang dibutuhkan kebersamaan, kekompakan, untuk saling memotivasi, saling mengingatkan, saling memberi semangat," lanjutnya.
Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat