Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang akhirnya mengevakuasi Narti, wanita yang berbobot 250 Kg ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Narti menderita obesitas juga punya gejala asma.
Plt Dinas Kesehatan Karawang, Nurdin Hidayat mengaku siap untuk melakukan tindakan medis untuk kesembuhan Narti. Tim dokter RSUD setempat siap menangani pasien yang mengalami obesitas tersebut.
"Penderita obesitas sudah menjalani observasi dan diagnosa awal untuk mendapat pengobatan," kata Nurdin, Rabu (30/1).
Nurdin menjelaskan perempuan penderita obesitas setelah dimintai keterangan mengatakan pola makan yang berlebihan membuat ia mengalami obesitas, kalau makan nasi dua kali dalam sehari tapi makanan lain yang membuat berat badannya terus naik, seperti makan mie instan bisa lebih dua kali terus ditambah makanan nuget dan sosis dikonsumsi setiap saat.
"Pola makan yang berlebihan, ditambah tidak bergerak sama sekali yang membuat pasien obesitas bobotnya bertambah," terangnya.
Tindakan yang akan diambil tim dokter ini diharapkan dapat mengurangi bobot dari pasien, Sunarti atau Narti. Karena dari keterangan pasien, dia tidak bisa memobilisasi tubuhnya, seperti berbalik badan dan duduk harus dibantu orang lain.
"Kami masih menunggu hasil rekam medis dulu sebelum dilakukan tindakan lain seperti tindakan operasi, "tandasnya.
Setelah dilakukan penimbangan ternyata penderita obesitas Narti, hanya berbobot 148 kilogram, karena sebelumnya disebutkan 250 kilogram, penyakit obesitas sudah berlangsung 1,5 tahun lalu, selama 6 bulan terkahir tidak bergerak bebas seperti umumnya.