Jokowi Diundang Resmikan Rumah Sakit UI pada Januari 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan Universitas Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Jokowi Diundang Resmikan Rumah Sakit UI pada Januari 2019
jokowi beri arahan jambore sumber daya PKH. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan Universitas Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Mereka adalah Rektor UI Prof.Dr.Ir. Muhammad Anis, M. Met, Wakil rektor bidang keuangan dan adm umum Prof. Sidharta Utama, Wakil Rektor bidang riset dan inovasi Prof. Rosari Saleh serta Wakil Rektor Bidang SDM dan kerjasama Prof. Dr. Dedi Priadi.

Kemudian Ketua Majelis Wali Amanat Erry Riyana H, Ketua Dewan Guru Besar Prof.Dr. Harkristuti Harkrisnowo dan Wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan Prof.Dr. Bambang Wibawarta.

Seusai pertemuan, Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met, menjelaskan dalam pertemuan pihaknya menyampaikan kepada Jokowi bahwa pembangunan Rumah Sakit UI telah rampung. Muhammad Anis juga melaporkan kapasitas tampung rumah sakit tersebut.

"Kapasitasnya 300 bed," jelas dia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut pria yang meraih gelar guru besar dalam bidang metalurgi pada tahun 2013 ini, Rumah Sakit UI memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya memiliki fasilitas base isolation system yang bisa menahan gempa dengan magnitudo 9. Kemudian fasilitas layanan kesehatan terpisah antara yang terinfeksi dengan yang tidak terinfeksi.

"Juga kalau terjadi kebakaran kita bisa menggunakan sistem untuk memblok agar api itu tidak mengganggu pasien-pasien yang lain," ujarnya.

Muhammad Anis menyebut Rumah Sakit UI sudah beropersi sejak Oktober lalu. Namun, baru dikhususkan bagi pasien internal seperti para civitas akademika, dosen, karyawan dan mahasiswa UI. Pada Januari 2019, UI berencana membuka rumah sakit tersebut untuk masyarakat umum.

"Kita memohon Presiden untuk membuka Rumah Sakit UI. Kita mengusulkan di bulan Januari tapi tanggalnya tergantung dari kesediaan presiden," pungkasnya.

Rekomendasi