Kisah Merry Hoegeng Hidup Sederhana Meski Jadi Istri Kapolri

Merry Hoegeng dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Sifat itu ia contoh dari suaminya, Jenderal hoegeng:

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Kisah Merry Hoegeng Hidup Sederhana Meski Jadi Istri Kapolri
Peluncuran buku Hoegeng di Gramedia PIM 1. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Ini sebuah kisah lama. Kisah seorang teladan bangsa. Adalah Meriyati Roeslani atau biasa disapa Merry Hoegeng. Ia adalah seorang istri mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso. Sosoknya penuh inspiratif dan perlu diteladani.

Saat ini kondisi Merry Hoegeng tengah terbaring sakit. Merry sekarang dirawat di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Jakarta. Semoga Merry Hoegeng lekas sembuh.

Banyak cerita soal kesederhanaan Merry Hoegeng. Sifat itu juga ia contoh dari mendiang suaminya, Hoegeng. Semasa hidupnya, Hoegeng adalah sosok jujur dan sederhana. Merry sangat kagum dengan sosok suaminya itu.

Berikut cerita soal kesederhanaan Merry Hoegeng:

Untuk menambah pendapatan keluarganya, Merry Hoegeng sampai membuka toko bunga di garasi rumahnya. Bahkan toko bunga itu cukup laris dan makin berkembang. Tapi tiba-tiba Jenderal Hoegeng malah menyuruh istrinya menutup toko bunga itu.

Keputusan menutup toko bunga dibuat saat Jenderal Hoegeng dilantik menjadi pejabat imigrasi oleh Presiden Soekarno.

Alasan Jenderal Hoegeng meminta istrinya menutup toko bunga karena ia takut jika kehadiran toko bunganya menjadi penghalang bagi toko bunga lain. Dan tak mau pemesanan bunga disangkut-pautkan dengan jabatannya.

"Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya," jelas Hoegeng. "Bapak tak ingin orang-orang beli bunga di toko itu karena jabatan bapak," kata Merry.

Merry masih mengenang kejujuran suaminya, yang sudah jarang dilakukan oleh para pejabat. Salah satu yang ia kenang saat seorang wanita pelaku penyelundupan mengirim berbagai macam barang, agar kasusnya tak dilanjutkan. Namun Hoegeng dan Merry memutuskan untuk mengembalikan barang itu. Saat itu Hoegeng mengusut kasus penyelundupan. Ternyata pelakunya adalah seorang wanita. "Ketika saya pulang ke rumah maka sebuah peti besar dari kayu dibuka. Hadiah-hadiah itu banyak sekali, antara lain, alat-alat mesin cuci listrik, alat-alat elektronik, bahan-bahan pakaian mahal dan banyak lagi," kata Hoegeng saat itu.

Rumah Hoegeng tak dipenuhi dengan barang-barang mewah. Jika mengandalkan gaji perwira polisi, barang-barang itu tak akan terbeli. Sebagai istri seorang perwira polisi, Merry juga tak menuntut apa-apa dari sang suami. Cukup hidup dari gaji sang suami.Merry tetap mendukung Hoegeng untuk terus bersikap jujur meski harus hidup sederhana dan pas-pasan. Sikap jujur Hoegeng dan dukungan dari sang istri inilah yang sampai sekarang terus dikenang.

Rekomendasi