Wakapolda Papua Barat Kombes Tatang mengatakan, pihaknya selalu berhati-hati dalam menghadapi warga Papua Barat. Terlebih untuk menghindari yang namanya bentrokan antar warga pribumi dengan pendatang.
"Sampai sekarang situasi tetap terkendali. Kita wanti-wanti jangan sampai bentrok antar suku baik pribumi maupun pendatang. Sedikit saja tabrak hewan, bisa jalan dipalang tidak bergerak," kata Tatang di Mapolda Papua Barat, Selasa (11/12).
Sementara itu, Wadir Krimum Polda Papua Barat AKBP Romy Tamtelahito menuturkan, pemalangan jalan oleh warga menjadi ciri khas dari warga Papua Barat.
"Di sini (Papua Barat) tuh udah jadi ciri khas buat pemalangan jalan. Jadi kalau buat kejahatan lain mah sama aja kaya Polda lain," tuturnya.
Pemalangan jalan yang dilakukan oleh beberapa orang warga dianggap bahaya oleh pihaknya. Karena memang pemalangan jalan bisa menggaggu jalan.
"Pemalangan juga kejahatan yang dibilang bahaya. Kita akan atasi soal pemalangan jalan," ucapnya.
"Kalau udah palang jalan, itu drum-drum minyak yang gede ditaruh tengah jalan, terus di atas drum ditaruh kaya gede-gede banget dah. Jadi enggak ada yang bisa lewat. Makanya, kalau kita dapet info itu langsung kita turun ke lokasi, karena bisa bahaya juga," sambungnya.
Pemalangan jalan itu sendiri tak termasuk tindak pidana berat maupun ringan. Biasanya terjadi jika pengendara motor maupun mobil tak sengaja menabrak hewan ternak.
"Tapi kalau misalkan si A sengaja bunuh anjing si B karena memang si A kesel sama B. Terus anjing itu diracunin, itu baru kena pidana," jelasnya.
Selain itu, kejahatan lain yang ia maksud seperti adanya tindak pidana pencurian bermotor, narkotika dan pencurian dengan pemberatan.
"Kalau narkoba juga paling di sini cuma gram-graman doang," ucapnya.