Percakapan Terakhir Tetangga dengan Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Foto korban pembunuhan sekeluarga di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, beredar melalui aplikasi media sosial Whatsapp tidak lama setelah kejadian. Tetangga yang berada di luar kota pun geger dan langsung bergegas pulang lantaran takut anggota keluarganya bernasip sama.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Percakapan Terakhir Tetangga dengan Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
4 Jenazah Tewas Sekeluarga di Bekasi Dimakamkan di Sumatera Utara. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Foto korban pembunuhan sekeluarga di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, beredar melalui aplikasi media sosial Whatsapp tidak lama setelah kejadian. Tetangga yang berada di luar kota pun geger dan langsung bergegas pulang lantaran takut anggota keluarganya bernasib sama.

Tetangga korban bernama Heni mengaku terkejut melihat foto yang beredar di Whatsappnya. Terlebih, foto sadis itu tidak hanya didapatnya dari satu grup saja.

"Whatsapp grup SD, SMP, SMA, ibu PKK, banyak. Langsung aku apus-apusin," tutur Heni saat berbincang dengan Liputan6.com di depan kediamannya, Rabu (14/11).

Heni mengaku sedang berada di Solo, Jawa Tengah, saat peristiwa itu terjadi. Mendapatkan kabar itu, dia langsung bergegas kembali ke Bekasi karena khawatir dengan keluarganya.

"Saya dekat sama si ibu, dekat banget biasa ngobrol di warung. Waktu berangkat ke Solo saya bilang. Katanya jangan lama-lama pulangnya. Terus bilang, eh maafin aku ya. Biasanya nggak pernah bilang begitu," jelas dia.

Heni yang rumahnya berada di depan warung korban pun geram dengan pelaku. Terlebih, nyawa dua anak kecil pun tega dihabisi pelaku.

"Katanya mobilnya X-Trail sama HRV nggak ada. Itu yang X-Trail biasa disarungin memang. Kalau HRV di parkir di samping warung," tandas Heni.

Sebelumnya, warga Bekasi digegerkan penemuan satu keluarga tewas dibunuh. Korban ditemukan di kediamannya Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi.

Diperum Nainggolan (38) dan Maya Ambarita (37) beserta dua anaknya Sarah (9), dan Arya (7) ditemukan tewas dibunuh. Diperum dan istrinya ditemukan di ruang keluarga bagian tengah. Keduanya mengalami luka senjata tajam di leher dan luka benda tumpul. Adapun anaknya ditemukan tak bernyawa di kamar. Diduga tewas dibekap.

Saksi pertama kali yang melihat adalah Feby Lofa, penghuni rumah kontrakan di belakang tempat tinggal korban. Feby memberanikan diri melongok ke dalam rumah melalui jendela setelah curiga karena sudah siang, tapi penghuni rumah tak terlihat beraktivitas.

Kecurigaan Feby sudah sejak pukul 03.00 WIB, sebab perempuan berusia 35 tahun ini sempat melihat bahwa gerbang komplek rumah kontrakan masih terbuka. Sedangkan ia mendengar suara televisi masih menyala. Feby sempat memanggil dan menelepon, tapi tak mendapatkan respon. Feby kembali masih ke dalam rumahnya.

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan satu keluarga ini. Para korban telah dilakukan autopsi.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi