Hidup Tertekan, Penyerang Polsek Penjaringan Depresi karena Batal Nikah

Rachmat menjelaskan, pelaku lalu memilih Polsek Pejaringan, dengan harapan ada anggota yang menembaknya nanti.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Hidup Tertekan, Penyerang Polsek Penjaringan Depresi karena Batal Nikah
Pelaku penyerangan polsek Penjaringan. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Polsek Penjaringan Jakarta Utara diserang seorang pria mengenakan golok dan pisau babi.

Pelaku bernama Rohadi (31). Belakangan diketahui, pelaku melakukan aksinya karena mencoba mengakhiri hidup dengan cara ditembak polisi.

"Pelaku tidak berani bunuh diri akhirnya dia nyerang polisi, dengan harapan mau ditembak mati," kata Kapolsek Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar di Polsek Penjaringan, Jumat (9/11).

Rachmat menjelaskan, pelaku bukanlah bagian jaringan teroris. Dari hasil introgasi ke keluarga pelaku mengalami masalah kejiwaan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keluarga pelaku depresi. Penyebabnya karena batal nikah, sakit berkepanjangan dan sering dimarahi oleh kakaknya," ucap dia.

"Intinya tidak tahan sama tekanan hidup, dan kakak-kakanya," dia menambahkan

Rachmat menjelaskan, pelaku lalu memilih Polsek Pejaringan, dengan harapan ada anggota yang menembaknya nanti.

"Pelaku membawa golok buat nakut-nakutin doang, karna dia ngelewatin polisi yang gak bawa senjata, jadi dia nyari polisi yang bawa senjata, lalu sama polisi ditembak tangannya, dia tetep pengen mati," tutup dia.

Kasus dilimpahkan ke Polres Jakarta Utara

Rachmat menambahkan kasus penyerangan tersebut akan dilimpahkan ke Polres Jakarta Utara.

"Kasus ini kita limpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Rohandi digelandang ke Polres Jakarta Utara sekira pukul 14.52 WIB. Saat itu, pelaku mengenakan kaos hitam dan celana panjang cream mendapat pengawalan ketat dari petugas hingga masuk ke dalam mobil.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com

Rekomendasi