Capres Prabowo Subianto dan politikus senior Amien Rais sempat membela Ratna Sarumpaet ketika mengaku menjadi korban penganiayaan. Kedua tokoh itu bahkan mengecam para pelaku dan meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus yang menimpa Ratna.
Tak berselang lama polisi berhasil mengungkap jika kasus penganiayaan itu tidak ada. Wajah bengkak Ratna yang diklaim hasil penganiayaan ternyata bekas operasi plastik. Prabowo dan Amien Rais merasa tertipu, keduanya lantas minta maaf kepada publik atas pembelaan terhadap Ratna. Lantas bagaimana cerita lengkap Prabowo dan Amien Rais sampai bisa dibohongi? Berikut ceritanya:
Advertisement
Ratna kirim pesan ke Prabowo
Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar menjelaskan awal mula Prabowo Subianto dibohongi oleh Ratna Sarumpaet. Menurut Dahnil, Ratna mengirimkan pesan dan kepada 7 orang, di antaranya Fadli Zon dan staf Prabowo.
Kepada staf Prabowo, Ratna minta bertemu dengan Prabowo. Dia ingin menceritakan langsung kejadian itu kepada Prabowo. "Pesan yang sama juga dilanjutkan kepada staf Prabowo, Bu Ratna mengirimkan gambar 'ini terjadi di area parkir, 21 September 2018 saya harus bertemu 08 (Prabowo), segera saya mohon, saya percaya beliau peduli, plis'," kata Dahnil menirukan pesan yang dikirim Ratna, dalam program Indonesia Lawyers Club, Selasa (9/10) malam.
Advertisement
Prabowo mau menjenguk ke rumah, tapi ditolak
Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar menjelaskan Ratna Sarumpaet konsisten mengatakan jika dirinya dianiaya di bandara, Bandung pada 21 September 2018. Dia aktif menemui beberapa orang dengan cerita yang sama.
Hingga akhirnya cerita dan gambar wajah bengkak Ratna sampai juga kepada Prabowo. Sehingga Prabowo memutuskan untuk bertemu dengan Ratna di wilayah Cibinong, Jawa Barat. "Kemudian Bu Ratna cerita ke beberapa teman, dan diputuskan lah Pak Prabowo menemui Bu Ratna di satu tempat. Tadinya Pak Prabowo mau menjenguk ke rumah tapi kemudian Bu Ratna menolak. Kemudian bertemu di Polo Club Cibinong. Bertemu di situ ada Amien Rais termasuk Fadli Zon. Bu Ratna cerita yang sama," kata Dahnil.
Advertisement
Prabowo minta Ratna lapor polisi
Saat bertemu, Prabowo Subianto menyarankan supaya Ratna Sarumpaet melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi. Prabowo juga minta Ratna untuk segera divisum agar menjadi bukti kepada polisi. Namun sayang, saran Prabowo itu ditolak oleh Ratna.
"Beliau tidak percaya kepada polisi karena kasus dugaan makar yang dituduhkan kepada beliau belum selesai dan tidak jelas. Beliau menyampaikan 'di alam demokrasi seperti ini bisa nggak saya dapat keadilan'," kata Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar menirukan ucapan Ratna, dalam program Indonesia Lawyers Club, Selasa (9/10) malam.
Advertisement
Prabowo jarang berburuk sangka
Prabowo Subianto sempat berencana menghubungi Kapolri ketika mendengar pengakuan Ratna Sarumpaet. Hal ini agar polisi segera bertindak dan mengungkap para pelaku. Selain itu Prabowo juga empati dan peduli atas penganiayaan tersebut. Sehingga dia tak berpikir jauh cerita itu benar atau tidak.
Selain kepada Kapolri, saat itu Prabowo juga melakukan konferensi pers. Ratna pun setuju meski dia menolak untuk hadir pada konpers itu.
"Kenapa Pak Prabowo dan tokoh lain berkenan menyampaikan itu kepada publik? Sederhana, karena ada memori kolektif, kami dalam hal ini banyak kasus-kasus persekusi, kekerasan lain belum dituntaskan. Berangkat dari empati juga kepedulian ditambah lagi Bu Ratna tim sukses Prabowo-Sandi. Prabowo jarang sekali berburuk sangka kepada timnya, ditambah lagi banyak cerita dari lainnya akhirnya Prabowo memutuskan konpers dan bertemu dengan kapolri," kata Koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar.