Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyarankan aktivis Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada warga Kota Bandung dan Kota Cimahi terkait hoaks penganiayaan. Permintaan tersebut tidak terlepas karena dalam berita yang beredar bahwa Ratna dianiaya di Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku mendapat puluhan komplain terkait dengan keamanan yang mengkhawatirkan karena munculnya kasus tersebut.
"Saya minta dengan kerendahan hati ibu Ratna Sarumpaet meminta maaf bukan ke saya tapi ke masyarakat khususnya Kota Bandung dan Cimahi yang mungkin mereka merasa tidak nyaman dan was-was akibat cerita ini," ujar Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (3/10/2018).
Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk menjadikan kasus ini pelajaran bahwa harus lebih waspada, lebih sabar terhadap isu yang ada di media sosial yang belum bisa dipercaya. Setiap pemberitaan yang ada haris ditanggapi dengan dengan informasi yang akurat.
"Semua harus membudayakan saling memaafkan, saya kira dengan satu kalimat ikhlas meminta maaf pasti masyarakat Bandung dan Cimahi akan memaafkan," paparnya.
Diberitakan sebelumnya aktivis Ratna Sarumpaet akhirnya angkat bicara soal kabar penganiayaan terhadapnya. Ratna mengakui tak dianiaya.
Ratna mengakui wajahnya nampak babak belur karena usai menjalani operasi sedot lemak pipi kiri di RS Bina Estetika pada 21 September 2018 lalu. Kemudian saat keluar dari RS sehari setelahnya, 22 September 2018, Ratna kaget melihat wajahnya bengkak-bengkak seperti babak belur.
Ratna mengaku bingung karena harus memiliki alasan kepada anak-anaknya jika ditanya soal mukanya babak belur. Kemudian saat pulang ke rumah, dia pun mengaku kepada anak-anaknya habis dipukuli orang.
"Anak-anak saya tanya ke saya kenapa muka saya? Saya jawab dipukul orang, jawaban pendek itu dalam satu minggu terus dikorek oleh anak saya dan enggak tahu kenapa saya terus memproduksi cerita itu dan saya terjebak dan mengembangkan cerita itu. Saya enggak pernah membayangkan kenapa bisa terjebak dalam kebodohan ini," katanya dalam jumpa pers di kediamannya, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (3/10).
Dia mengatakan, kebohongan yang diungkapkan kepada anak-anaknya itu hanya berputar-putar di keluarganya saja dalam satu pekan. Namun kemudian berita bohong itu menyebar keluar dan menjadi pemberitaan.
Dia membantah kebohongan yang telah dilakukan itu ada hubungannya dengan politik. "Saya enggak tahu bagaimana memaafkan diri saya, jangan dikira saya mau mencari pembenaran, ini salah apa yang saya lakukan ini salah," katanya.