Warga sesak napas akibat pembakaran sampah di TPA Pasir Sembung Cianjur

Warga sesak napas akibat pembakaran sampah di TPA Pasir Sembung Cianjur. Kepala Puskesmas Sukasari, Kecamatan Cilaku, Yudiansyah S mengatakan, sejak kabut asap terbakarnya TPA, pasien yang datang berobat meningkat tajam setiap harinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga sesak napas akibat pembakaran sampah di TPA Pasir Sembung Cianjur
Sampah Bantargebang. ©2016 Merdeka.com/adi nugroho

Puluhan warga di Perumahan Pasir Sembung, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan gangguan pernapasan akibat menghirup asap dari pembakaran sampah di TPA Pasir Sembung. Sebab, tumpukan sampah yang menggunung dan terbakar beberapa hari lalu menyebabkan kabut asap setiap harinya.

"Sehingga warga yang tinggal di dekat area TPA banyak yang mengeluhkan sesak napas atau ISPA," ujar Eriyani (55) warga perumahan Pasir Sembung, Desa Sirnagalih kepada wartawan, Selasa (25/9).

Dia mengatakan, selama lima hari terakhir kabut asap dari TPA yang terbakar mengikuti arah angin dan cukup mengganggu warga sekitar.

"Sejak TPA terbakar perumahan seperti di kepung kabut asap, untuk menghilangkan asap dari dalam rumah kami harus menyalakan kipas angin. Sejak saat itu, anggota keluarga dan warga sekitar banyak yang mengeluh sakit," katanya.

Kepala Puskesmas Sukasari, Kecamatan Cilaku, Yudiansyah S mengatakan, sejak kabut asap terbakarnya TPA, pasien yang datang berobat meningkat tajam setiap harinya.

"Jumlah yang datang memang ada untuk keluhan ISPA banyak juga yang darah tinggi dan pegal setiap harinya mencapai puluhan. Mereka tinggal di dekat TPA yang terbakar," kata dia, seperti dikutip Antara.

Meskipun warga yang datang berobat masih dalam taraf wajar dengan keluhan sesak napas dan batuk, namun pihak Puskesmas telah menyiapkan tim untuk turun langsung ke lapangan guna memberikan pelayanan.

Sementara Kabid pengelolaan sampah dan limbah Dinas Lingkungan Hidup Cianjur, Sumarna mengatakan, ada warga yang datang ke lokasi TPA dan mengeluhkan permasalahan kabut asap yang minta segera diatasi.

"Beberapa warga yang datang itu dari Bumi Graha Pratama, Perumahan Pasir Sembung dan Kandang Sapi, sehingga kami terus berupaya memadamkan api dan memberikan pengobatan gratis bekerjasama dengan Dinkes," katanya.

Rekomendasi