Pileg dinilai lebih rawan dibandingkan Pilpres 2019

Dedi menerangkan, satu Daerah Pemilihan (Dapil) pada Pemilu 2019 di perebutkan oleh banyak calon legislatif. Dia mengungkapkan, setidaknya ada sekira 9 ribu orang yang dinyatakan lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk memenangkan partainya di daerah masing-masing.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pileg dinilai lebih rawan dibandingkan Pilpres 2019
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetya di SCTV Tower. ©2018 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetya mengatakan, lebih mewaspadai ancaman pada saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Menurutnya, tingkat kerawanannya lebih tinggi ketimbang Pemilihan Presiden.

"Jadi yang memiliki tingkat kerawanan tertinggi di Pileg," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, di SCTV Tower, Senin (24/9).

Dedi menerangkan, satu Daerah Pemilihan (Dapil) pada Pemilu 2019 di perebutkan oleh banyak calon legislatif. Dia mengungkapkan, setidaknya ada sekira 9 ribu orang yang dinyatakan lolos verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk memenangkan partainya di daerah masing-masing.

"Kenapa kok Pileg, karena di Pileg satu dapil itu diperebutkan oleh sekian orang. Di internal partai sendiri saja dia bisa berantem di satu Dapil," ujarnya.

Belum lagi, Partai Politik (Parpol) harus berjuang memperoleh suara paling sedikit 4 persen agar tidak tereliminasi.

"Di parpol kena kuota 4 persen. Berat itu," tutup Dedi.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi