Kena dampak gas air mata, 300 siswa SD di Bekasi dipulangkan

Sekitar 300 siswa di Sekolah Dasar Negeri Kayuringin 16, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dipulangkan karena terdampak sisa gas air mata, Jumat (7/9). Gas itu ditembakkan oleh Kepolisian untuk membubarkan bentrokan suporter Persija Jakarta, The Jakmania kemarin malam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kena dampak gas air mata, 300 siswa SD di Bekasi dipulangkan
Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Sekitar 300 siswa di Sekolah Dasar Negeri Kayuringin 16, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dipulangkan karena terdampak sisa gas air mata, Jumat (7/9). Gas itu ditembakkan oleh Kepolisian untuk membubarkan bentrokan suporter Persija Jakarta, The Jakmania kemarin malam.

"Pagi tadi masih terasa gas air matanya, anak-anak merasakan perih," kata seorang guru di sekolah tersebut, Wuri Handayani, Jumat (7/9).

Menurut Wuri, kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.00 WIB. Begitu siswa di sana masuk ke ruang kelas, mereka merasakan mata perih, bahkan sebagian besar mengeluarkan air mata.

"Karena semakin tidak nyaman, akhirnya sekolah memutuskan untuk memulangkan siswa," ujar Wuri.

Diduga gas air mata masih mengendap di dalam ruang kelas. Soalnya, ada dugaan bahwa kepolisian menembakkan gas air mata ke sekolah yang jaraknya sekitar 100 meter dari stadion.

"Ada selongsong gas air mata ditemukan, sempat dibuat mainan," ujarnya.

Bentrokan terjadi antara The Jakmania dengan polisi terjadi di luar stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi pada Kamis (7/9) malam. Ratusan suporter yang tak bisa masuk ke stadion untuk menyaksikan langsung Persija melawan Selangor FA berulah dengan melempari batu polisi yang berjaga.

Karena terdesak, polisi lalu menembakkan gas air mata. Situasi semakin memanas karena suporter terus melempar batu ke arah stadion. Bentrokan yang terjadi di Jalan Guntur Raya atau di sisi barat stadion melebar ke pemukiman warga di sekitar.

Rekomendasi