Alami gangguan pernapasan karena asap, bayi 45 hari dievakuasi

Hasil diagnosis medis terbaru, Fikri menderita gagal bernapas dan pneumonia. Sehingga, dia akhirnya dirujuk ke Pontianak, yang memiliki fasilitas dan peralatan lebih lengkap.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Alami gangguan pernapasan karena asap, bayi 45 hari dievakuasi
Bayi korban asap kebakaran hutan. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Fikri, bayi laki-laki usia 45 hari yang tinggal di Jalan H Saleh III, Parit Baru, kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terpaksa dievakuasi karena diduga terpapar kabut asap akibat Karhutla. Dia didiagnosa mengalami gangguan pernapasan, dan saat ini dirawat di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa, Pontianak.

Dari rumahnya, anak dari Randa (40) seorang buruh bangunan, dan Agustina (38), dievakuasi mulai pukul 10.00 WIB pagi tadi dari Kubu Raya, hingga dirujuk ke Pontianak. Fikri tiba sekira pukul 12.00 WIB tengah hari tadi di rumah sakit.

"Dari ibu kandung Fikri, meminta bantuan relawan melawan asap. Jadi, kami bergerak tanggap membantu proses evakuasi," kata salah satu koordinator relawan, Asrul Putra Nanda saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (24/8).

Hasil diagnosis medis terbaru, Fikri menderita gagal bernapas dan pneumonia. Sehingga, dia akhirnya dirujuk ke Pontianak, yang memiliki fasilitas dan peralatan lebih lengkap. Asrul menerangkan, dari informasi ibu Fikri, Agustina, sejak kabut asap akibat Karhutla, dia dan suaminya serta anaknya memang bertahan di dalam rumah.

"Kondisi rumahnya terbuat dari kayu, rumah papan berlubang, tergolong orang tidak mampu. Asap masuk ke dalam rumah, sampai ke dalam kamar," ujarnya.

"Lama semakin lama (menghirup asa), napasnya (Fikri) tersendat. Lalu, meminta bantuan salah satu teman relawan melawan asap. Tersebar berita, langsung kita tanggap dan kita bawa ke rumah sakit," tambah Asrul.

Usai masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD), saat ini, Fikri dengan bantuan infus, dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RS Anugerah Bunda Khatulistiwa. "Saat ini, Kubu Raya dan Pontianak masih berselimut asap," terang Asrul.

Masih dari informasi medis setempat, diperlukan sekitar Rp100 juta, untuk penanganan bayi Fikri. Saat ini, sedang berlangsung upaya penggalangan dana, untuk biaya kesembuhan Fikri.

Rekomendasi