Seorang pemuda berinisial FS menjadi korban begal di kawasan Arcamanik, Kota Bandung. Ia terluka setelah para komplotan yang diduga lebih dari dua orang ini memukulnya dengan balok kayu.
Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/8) dini hari.
Saat itu, korban saat mengemudikan sepeda motornya dibuntuti pelaku. Setelah berada di jarak dekat, para pelaku menendang korban hingga tersungkur.
"Dipukul di bagian kepala sehingga terjatuh dan kemudian sepeda motor korban dibawa oleh para pelaku," katanya di Mapolrestabes Bandung, Kamis (23/8).
Dari hasil keterangan korban dan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui pelaku berjumlah lebih dari empat orang menggunakan sepeda motor.
Sementara itu, korban mengalami memar di bagian kepala. "Korban di pukul pakai kayu, menurut keterangan korban," jelasnya.
Peristiwa itu sempat viral di media sosial. Tercatat, akun media instagram @seputarbandungcom mengunggah potongan video dengan judul bahaya begal di Kawasan Arcamanik. Dalam keterangan video, tertulis, peristiwa itu terjadi saat malam takbiran.
Salah seorang saksi bernama Abdul Aziz Maulana menuturkan bahwa korban diintai oleh enam orang menggunakan empat motor. Saat di TKP korban dihadang salah satu pelaku dan ditendang ban depan hingga korban tersungkur.
"Korban dipukul pelaku menggunakan balok dan motornya direbut lalu dibawa kabur pelaku."
Aksi begal memang mulai menghantui masyarakat belakangan ini di Bandung. Di hari yang sama, satu jam sebelumnya, pada pukul 01.30 dini hari, terjadi juga aksi begal.
Kali ini, kelompok begal tersebut menggunakan alat yang diduga senjata api untuk melukai korbannya. Dalam kejadian tersebut, para pelaku yang berjumlah empat orang ini, mengincar pengendara motor.
Satu orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Para pelaku pun berhasil merampas motor milik korban. Saat disinggung ada kemungkinan sama antara pelaku di Jalan Jakarta dan Arcamanik, Irman mengatakan masih mendalami hal tersebut.
"Sedang kita analisa kita pelajari bagai modus masing-masing pelaku," ucapnya.