Suporter Indonesia memenuhi ticket box di pintu masuk Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (22/8). Warga sejak pagi antre untuk mendapatkan tiket final Bulutangkis beregu pria. Namun para suporter harus menelan kekecewaan lantaran kehabisan tiket.
Perwakilan Inasgoc, Irawan menemui ratusan massa yang antre membeli tiket. Dia bertemu massa untuk meminta maaf karena tiket habis. "Saya mewakili dari panitia Inasgoc meminta maaf atas habisnya tiket," katanya di lokasi, Rabu (22/8).
Permintaan maaf panitia tak berhasil meredakan kekecewaan suporter. Massa justru berteriak semakin keras.
"Pak percuma maaf, kita hanya ingin masuk melihat tim Indonesia menang," teriak seorang massa.
Suporter meminta panitia menyediakan layar besar agar mereka dapat menyaksikan pertandingan pamungkas bulutangkis beregu putra yang mempertemukan Indonesia melawan China.
"Pak malu, ini dunia melihat kita. Malu dong harusnya, apa perlu kita bayar untuk sewa layar biar pada nonton," kata seorang massa lainnya.
"Kita janji tidak akan rusuh, kita hanya ingin sediakan layar, dekat venue," sambungnya kembali.
Pantauan merdeka.com, massa masih bertahan di depan loket tiket yang berada samping pintu masuk GBK 4. Massa berteriak meminta tiket.
"Tiket, tiket, tiket. Siapa kita, Indonesia," kata mereka kompak.