Ketum PAN nilai secara etika Ma'ruf Amin harus mundur dari ketua MUI

Ketum PAN nilai secara etika Ma'ruf Amin mundur dari ketua MUI. Dia enggan berkomentar banyak terkait adanya kemungkinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terlibat ke politik praktis. Dia hanya menyerahkan sepenuhnya ke internal PBNU.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Ketum PAN nilai secara etika Ma'ruf Amin harus mundur dari ketua MUI
Ketua MPR Zulkifli Hasan. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengomentari adanya desakan mundur pada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Menurut dia, memang secara etika Ma'ruf harus mundur sebagai letua MUI.

"Etikanya begitu (mundur). Ya kan," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/8).

Pria yang akrab disapa Bang Zul ini enggan berkomentar banyak terkait adanya kemungkinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terlibat ke politik praktis. Dia hanya menyerahkan sepenuhnya ke internal PBNU.

"Ya PBNU kita serahkan ke PBNU," ucapnya.

Diketahui, bakal cawapres Ma'ruf Amin menanggapi desakan agar dia mundur dari posisi Ketua MUI. Desakan tersebut mencuat setelah Ma'ruf dipilih menjadi bakal calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi, sebagai bakal calon Presiden di Pemilu 2019.

Ma'ruf menegaskan ada mekanisme khusus yang akan menentukan posisinya di MUI. Dia menyebut, mekanisme itu bersifat internal.

"Nanti akan ada mekanisme penyelesaian, akan ada nanti," ujar Ma'ruf di RSPAD Gatot Subroto, Minggu (12/8) malam.

Rekomendasi