Kementerian Pemuda dan Olahraga berencana akan memperluas pelatihan minat dan bakat kewirausahaan pemuda di kabupaten/kota, dan memperbanyak kolaborasi dengan lembaga-lembaga kewirausahaan yang berada di daerah. Mengingat sejauh ini pelaksanaan pelatihan diselenggarakan di pusat.
Hal itu disampaikan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Imam Gunawan usai Pelatihan Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda Batch 6, di Teater Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (7/8).
"Dalam waktu dekat Insya Allah semoga terlaksana kami akan pergi ke Kabupaten Tegal Jawa Tengah, kami akan berkolaborasi bagaimana untuk menciptakan program pengembangan wirausaha di daerah tetapi berdasarkan kebutuhan daerahnya," katanya.
Selain dari Kemenpora, pihaknya juga akan mengajak sejumlah pihak di antaranya Kemenko PMK, Bapenas, Kementerian Koperasi dan UMKM untuk bersama-sama mendiskusikan langkah-langkah pengembangan wirausaha di daerah. Juga memetakan para pelaku wirausaha dan tenaga pendukungnya.
Dalam pelatihan kewirausahaan ini, untuk batch 1 sampai 4 sudah memasuki tahap kedua. Sedangkan untuk batch 5 sampai 8 masih melanjutkan tahapan pertama.
"Maka tahap pertama masih sifat yang umum seperti bagaimana membangun mindset bisnis, bagaimana membuat metode memulai bisnis," katanya.
Salah satu yang fasilitator dalam pelatihan ini Kemenpora menghadirkan salah satu lembaga yaitu Bank Mahasiswa. Dipilihnya Bank Mahasiswa karena pola pendekatan sangat cocok dengan anak muda.
"Bank Mahasiswa itu punya network yang luar biasa kampus-kampus seluruh Indonesia. Kita manfaatkan untuk hal yang seperti itu karena kita punya keterbatasan jangkauan maka cara untuk mengatasinya berkolaborasi," papar Imam.
Melalui pelatihan kewirausahaan ini, ia menargetkan nantinya tumbuh pra wirausaha pemula dan berkembangnya wirausaha pemuda pemula. Menurutnya, tahapan penting bagi para peserta pelatihan kewirausahaan ini ada di tahap keempat.
"Tahapan yang keempat yaitu tahapan mentoring yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kompeten yang sudah bekerja sama. Juga perlu connecting dengan komunitas, misalnya, yang passionnya kuliner masuk di kelompok kuliner dan mentor spesialis. Jadi ditanya soal kuliner dia (peserta) sudah hafal kiat-kiat yang praktis bukan teoritis," tutupnya.