Anak Yusuf Supendi ceritakan penyakit dan kesibukan ayahnya sebelum meninggal

Sepengetahuan Fawaz, ayahnya tidak memiliki riwayat sakit keras. Termasuk sakit jantung. Yusuf disebut memiliki sakit gula. Kesibukan Yusuf meningkat setelah memutuskan maju menjadi calon legislatif dari PDI Perjuangan. Yusuf akan maju di daerah pemilihan Jawa Barat V.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Anak Yusuf Supendi ceritakan penyakit dan kesibukan ayahnya sebelum meninggal
Yusuf Supendi. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi meninggal dunia. Anak sulung Yusuf yakni Fawwaz Abdul Jawwad (32) menuturkan, ayahnya meninggal karena terkena serangan jantung pada Kamis (2/8) kemarin. Fawwas mendapatkan kabar duka itu dari adiknya.

Sepengetahuan Fawaz, ayahnya tidak memiliki riwayat sakit keras. Termasuk sakit jantung. Yusuf disebut memiliki sakit gula.

"Nah tapi tiba-tiba jam 4 mendadak sakit kena serangan jantung. Pas malemnya itu kan tadinya mau dirujuk RS Pasar Rebo cuma mungkin tidak dapet. Saya dapat kabar jam 1 itu dibawa ke RSCM," kata Fawwas di lokasi, Jumat (3/8).

Fawwas bercerita, kesibukan Yusuf meningkat setelah memutuskan maju menjadi calon legislatif dari PDI Perjuangan. Yusuf akan maju di daerah pemilihan Jawa Barat V.

"Ya memang itu saya lihat dari yang saya denger bapak saya banyak kesibukan pas setelah mencalonkan diri jadi caleg ya," ujarnya.

Dia tak bisa mengontrol kesibukan sang ayah. Alasannya, Fawwas dan anak istrinya tinggal di Bogor. Dia menduga kondisi fisik Yusuf menurun karena kelelahan mempersiapkan pencalegannya.

"Memang yang saya lihat, saya dengar sih, beliau akhir-akhir ini sibuk. Karena saya juga agak jauh. Rumah saya di Bogor. Itu didampingi terus adik saya yang perempuan. Mungkin karena kecapekan juga ya," ungkap Fawwas.

Saat ini, jenazah Yusuf telah tiba di rumah duka. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Kalisari, Jakarta Timur usai salat Jumat.

Sejumlah kolega Yusuf dari PKS dan PDIP telah hadir. Terlihat hadir di rumah duka Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Rekomendasi