Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Rapat Koordinasi Insan Media bertajuk “Kabarkan dan Sukseskan Asian Games”, Kamis (2/8) di The Bellezza Suites, Permata Hijau, Jakarta Selatan. Rakor ini bertujuan untuk membangun sinergitas antara Kemenpora dengan media untuk menyukseskan hajat besar olahraga se-Asia.
Dalam rakor sesi pertama ini membahas beberapa hal di antaranya target prestasi, persiapan dan tantangan yang akan dihadapi di Asian Games 2018.
Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana mengatakan Asian Games 2018 yang akan mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan total 465 nomor event nanti ia yakin Indonesia mampu menempati posisi 10 besar. Optimisme ini didasari karena ada cabor tambahan unggulan Indonesia seperti pencak silat, jetsky, paralayang dan bridge.
"Strategi itu yang kami anggap bisa membawa indonesia mencapai ke 10 besar. Sebab 32 number of event dari 4 cabor itu, kami bisa memprediksi sekitar 12 medali emas bisa kita raih. Itu prediksi kami dan tentu juga prediksi cabor," katanya.
Selain itu, Mulyana juga membeberkan 11 cabang olahraga yang berpeluang merebut 20 medali emas di Asian Games. Di antaranya pencak silat (5 medali), bulu tangkis (2), paralayang (2), panjat tebing (2), jetsky (2), bridge (2), rowing (1), wushu (1), angkat besi (1), canoing (1) dan taekwondo (1).
Menurutnya, ada beberapa fokus yang dilakukan agar para atlet berprestasi di Asian Games di antaranya, seluruh latihan atlet difokuskan kepada mental bertanding dan pematangan skill bertanding, peningkatan percaya diri dan motivasi atlet.
Selanjutnya, periodisasi latihan atlet menuju peak performance, suplemen nutrisi untuk fase kompetisi, pengawasan makanan dan obat untuk menghindari doping, serta pencairan sisa bantuan anggaran cabor 30 persen.
Dalam rakor ini juga dihadirkan mantan atlet olimpiade yang juga Ketua Indonesia Olympians Association (IOA), Richard Sambera. Ia mengatakan saat ini persiapan akhir para atlet merupakan persiapan yang sangat penting menuju peak performance. Pelatih juga harus mengawal atlet-atletnya dalam kondisi prima dan jangan sampai cidera.
"Kita berharap ada kejutan lain di samping loncatan prestasi atlet-atlet kita, mungkin juga ada pencapaian prestasi terhadap lawan-lawannya," kata Menpora yang bertanggung jawab pada Kemenko PMK tersebut.
Meski begitu, ada beberapa catatan menurut Richard yang dapat menjadi tantangan kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Di antaranya, masa persiapan yang kurang, kurangnya pertandingan, bertanding di negara sendiri, posisi Indonesia sebagai negara netral dan adanya dukungan dari pihak eksternal.
"Saya optimis ada kejutan-kejutan yang akan terjadi pada teman-teman atlet, nomor-nomor yang tidak terduga tapi tidak menutup kemungkinan ada juga kekecewaan-kekecewaan pasti," tutupnya.