Hampir satu tahun lebih menjalani pengobatan mata di Singapura, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali ngantor hari ini. Di hari pertamanya bekerja, Novel sempat kembali meminta keseriusan pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi mengungkap kasusnya.
Pada April 2017 lalu, Novel diserang orang tak dikenal dengan air keras yang mengenai kedua matanya. Peristiwa itu terjadi tepat setelah Novel melaksanakan ibadah salat subuh di masjid dekat kediamannya di Kelapa Gading.
"Saya menyampaikan, saya mendesak Presiden dalam beberapa kesempatan. Kenapa? Kenapa saya tidak ke Kapolri atai institusi Polri? Saya tegaskan polisi gak mau ungkap ini. Makanya saya minta ke atasan polisi (Presiden Jokowi) untuk ungkap," ujar Novel di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).
Novel juga mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Menurut dia, langkah menuntut pengungkapan pelaku penyiraman air keras ini sama dengan kerja pemberantasan korupsi.
"Oleh karena itu saya meminta kepada atasannya polisi (Presiden Jokowi) untuk mengungkap (kasus) ini. Saya akan terus menyampaikan ini, apapun risikonya saya akan sampaikan terus," jelas Novel.
Operasi demi operasi dijalani Novel Baswedan hingga ke Singapura. Dia kini sudah pulang ke Tanah Air setelah menjalani operasi operasi.
Polisi masih terus mengusut kasus penyerangan terhadap Novel tersebut. Hingga kini, belum ditemukan siapa pelakunya meski sempat dua sketsa wajah diduga pelaku disampaikan ke publik.
Reporter: Lizsa Egeham
SUmber: Liputan6.com