Ustaz Somad cerita tak masuk 200 mubalig Menag dan dituduh radikal di Semarang

"Tapi, saya ingat tadi, masih ada 300 ribu ustaz yang diperlukan di Indonesia. Oleh karena itu, saya tak perlu berkecil hati, kalau tak masuk ke 200 mubaligh atau jika dicekal itu," ungkap Somad.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ustaz Somad cerita tak masuk 200 mubalig Menag dan dituduh radikal di Semarang
Ustaz Abdul Somad. ©2018 Merdeka.com

Surat penolakan terhadap Ustaz Abdul Somad untuk melakukan ceramah di wilayah Semarang, Jawa Tengah, beredar di media sosial. Hal ini ternyata sempat disinggungnya saat berceramah di depan Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin dan istri Wakil Presiden, Mufidah Kalla.

Diketahui, dalam surat yang beredar itu, pada kepala atau kop surat tersebut tercantum tulisan Markas Komando Wilayah Jawa Tengah Patriot Garuda Nusantara (PGN).

"Begitu dibuka ada Whatsapp, isinya hari Senin ada pengajian di Semarang. Tapi saya dilaporkan di Semarang, karena Ustaz Somad radikal, menyebar kebencian," ucap Ustaz Somad di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Namun, dia menuturkan tak berkecil hati. Bahkan mengutip pernyataan Syafruddin, yang menyatakan bahwa masih perlu ustaz lebih dari 300 ribu, dirinya merasa tenang.

"Tapi, saya ingat tadi, masih ada 300 ribu ustaz yang diperlukan di Indonesia. Oleh karena itu, saya tak perlu berkecil hati, kalau tak masuk ke 200 mubaligh atau jika dicekal itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Syafruddin mengatakan dewasa ini, dibutuhkan sekitar 300 ribu ustaz dalam mengisi ceramah di masjid seluruh Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Pengajian Akbar, dengan tema: Persatuan Umat Islam Untuk Kemaslahatan Bangsa.

Adapun, jumlah tersebut bisa memenuhi Masjid di Indonesia, yang didata oleh pihaknya berjumlah 800 ribu. Karena itu, pria yang duduk sebagai Wakapolri itu, meminta para ustaz tak merasa khawatir, tak bisa menyampaikan tausiah kebenaran tentang agama Islam.

"Jadi jangan ada kekhawatiran para ustaz mubalig tidak kebagian karena dibutuhkan 300 ribu ustaz untuk mengisi pengajian," imbuhnya.

Dia pun juga menyampaikan bahwa kehadiran Ustaz Abdul Somad adalah ide dari Mufidah Kalla. Dan meminta mengadakan pengajian seperti ini.

"Pak ustaz sebenarnya ini ide bu Mufidah dua, tiga bulan lalu. Ketika Pak ustaz berkunjung ke rumah beliau waktu itu sarapan pagi, dan disampaikan kepada saya berniat mengadakan pengajian. Sehingga pagi ini kita dapat wujudkan karena kita memahami betul kesibukan jadwal," pungkasnya.

Halaman
Rekomendasi