Bentuk Tim Sinkronisasi, Ridwan Kamil gandeng mantan pimpinan KPK

Tiga mantan pimpinan KPK itu adalah wakil ketua KPK di era Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah, Erry Ryana Hardjapamekas. Sementara timnya akan diisi oleh sepuluh orang yang ia sebut akan segera diumumkan langsung oleh Erry pada Kamis (26/7).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bentuk Tim Sinkronisasi, Ridwan Kamil gandeng mantan pimpinan KPK
Ridwan Kamil kunjungi kantor PPP. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Ridwan Kamil tinggal menunggu dilantik oleh Presiden pada 17 September 2018 setelah resmi ditetapkan sebagai Gubernur terpilih oleh KPU Jabar, Selasa (24/7/2018).

Sambil menunggu dilantik, pria yang akrab disapa Emil akan melakukan sinkronisasi program kampanye untuk dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Tim tersebut akan dipimpin mantan pimpinan KPK, Erry Riyana Hardjapamekas. Sementara timnya akan diisi oleh sepuluh orang yang ia sebut akan segera diumumkan langsung oleh Erry pada Kamis (26/7).

"Berdasarkan Permendagri ada pasal yang mengatakan bahwa Pilkada yang pimpinannya sudah terpilih walaupun belum dilantik boleh melakukan sinkronisasi RKPD," kata Emil saat ditemui di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (24/7/2018).

"Sehingga kami bisa bekerja di tahun anggaran 2019, 100 persen adalah visi misi dan gagasan dari pasangan yang memenangkan Pilkada Jabar 2018," terangnya.

Fokus sinkronisasi adalah memasukkan janji kampanyenya masuk di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan masuk dalam penganggarannya. Sehingga, per Januari bisa langsung melakukan eksekusi.

"(Anggaran) Perubahan menurut berita keluangannya tidak sebesar (tahun anggaran) 2019, jadi kami program 100 hari menyesuaikan dengan keuangan anggaran yang ada," ucapnya.

"Tapi pasangan Rindu mah kreatif. Tunggu tanggal mainnya saja, banyak gagasan baru tanpa harus terkendala oleh APBD," ucapnya.

Rencana terdekat, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum akan menghadiri undangan paripurna istimewa di gedung DPRD Jabar, Rabu (23/7/2018). Agendanya, diperkenalkan secara resmi sebagai Gubernur terpilih kepada seluruh anggota dewan.

"Setelah itu kami menunggu di hari pelantikan, yang beritanya tanggal 17 September di istana negara," jelas dia.

Rekomendasi