Jero Wacik akui mengenal Kalapas Sukamiskin, tapi tak pernah ditawari kamar mewah

Jero Wacik akui mengenal Kalapas Sukamiskin, tapi tak pernah ditawari kamar mewah. Ia mengatakan menempati kamar standar tanpa perkakas elektronik. Ia juga mengaku tak tahu menahu soal kamar tahanan mewah.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Jero Wacik akui mengenal Kalapas Sukamiskin, tapi tak pernah ditawari kamar mewah
Jero Wacik jalani sidang tuntutan. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Terpidana kasus korupsi penyalahgunaan dana operasional menteri, Jero Wacik, mengakui mengenal mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Jero Wacik mengatakan, semua narapidana pun mengenal Wahid Husen.

"Ya kenal lah. Masa enggak kenal? Yang tahanan juga kami kenal semua," kata Jero Wacik di PN Jakarta Pusat usai sidang Peninjauan Kembali, Senin (23/7).

Kendati mengenal Wahid Husen, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mengungkapkan tak pernah ditawari kamar mewah. Ia mengatakan menempati kamar standar tanpa perkakas elektronik. Ia juga mengaku tak tahu menahu soal kamar tahanan mewah berpendingin ruangan di Sukamiskin.

"Enggak pernah ada ditawarin. Enggak ada ditawarin apa-apa. Saya enggak punya saung. Ada kantin di situ, saya makan di sana. Ada pecel, saya makan itu," ujarnya.

Terkait kamar mewah terpidana korupsi, Fahmi Darmawansyah, politisi Demokrat ini mengaku tak tahu. Ia memang mengenal Fahmi dan sering bertemu saat olahraga di lapas tapi tak pernah membahas soal fasilitas kamar.

"Hampir semua saya kenal. Enggak pernah omongin fasilitas," ucapnya.

Jero Wacik juga mengatakan tak tahu siapa saja tahanan yang mendapat kamar mewah di Sukamiskin. "Saya enggak tahu. Saya menjadi tahanan biar saya selamat, biar saya sehat, olahraga tiap hari senam, main pingpong, jalan kaki itu saja," ujarnya.

Mengenai izin keluar masuk tahanan, ia mengatakan pernah izin karena harus ke rumah sakit. Saat itu ia mendapat izin periksa di Bandung karena sedang sakit. Setelah dapat izin pulang dari dokter, ia langsung kembali ke lapas. Para tahanan juga memiliki kunci kamar. Tapi jika mendapat izin keluar seperti ke sidang Tipikor, kunci dititip ke petugas.

"Kita pegang (kunci) juga kalau mau masuk. Kalau izin keluar, kunci diserahkan petugas. Saya ke (Pengadilan) Tipikor kunci di sana. Saya enggak bawa kunci," pungkasnya.

Diketahui, Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Wahid Husen diberhentikan dengan tidak hormat oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah terjerat OTT KPK beberapa hari lalu. Diduga penangkapan berkaitan dengan suap pengurusan pembebasan bersyarat (PB) atau cuti menjelang bersama (CB). Selain itu, Wahid Husen juga diduga menyediakan kamar dengan fasilitas mewah kepada napi korupsi untuk disewakan.

Rekomendasi