Cuma ajak ngobrol korban, buruh bangunan gasak puluhan motor di Depok

Modus yang dilakukan adalah dengan menghipnotis korban yang membawa motor. Pelaku sudah puluhan kali beraksi dengan berpindah tempat. Seperti di Depok, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Cuma ajak ngobrol korban, buruh bangunan gasak puluhan motor di Depok
residivis pencuri motor di Depok. ©2018 Merdeka.com/nur fauziah

Pria berusia 45 tahun diamankan karena sudah mencuri motor puluhan kali. Nekatnya lagi pencurian ini dilakukan seorang diri. Ketika dibawa ke Polsek Cimanggis, SLH (45) hanya tertunduk saja.

Modus yang dilakukan adalah dengan menghipnotis korban yang membawa motor. Pelaku sudah puluhan kali beraksi dengan berpindah tempat. Seperti di Depok, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"Sudah puluhan kali dia beraksi. Ini pelakunya tunggal. Dia tidak menggunakan senjata atau benda tajam," kata Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud, Jumat (13/7).

SLH beraksi di Pekapuran sebanyak dua kali, Jatijajar sebanyak satu kali, di Pal sebanyak satu kali, Sukmajaya sebanyak lima kali, BBM sebanyak lima kali, Pancoran Mas sebanyak tiga kali. Kemudian di Limo sebanyak tiga kali, Beji sebanyak lima kali dan Sawangan sebanyak tiga kali. Di Depok saja, pelaku sudah menggasak 23 motor.

Di Jakarta Barat sebanyak enam kali, di Jakarta Timur sebanyak lima kali lalu di Jakarta Utara sebanyak lima kali dan di Jakarta Selatan sebanyak dua kali.

"Modusnya dia berpura mencari rumah. Kemudian berbincang dengan pemilik rumah. Kemudian diminta mengantar ke rumah bos pelaku," jelasnya.

Ketika diantar oleh korban menggunakan motor, pelaku mengajak ngobrol panjang lebar hingga korban lengah. Di saat itulah pelaku meminta motornya untuk diberikan pada pelaku.

"Saat itulah pelaku membawa motor korban. Saat diajak mengobrol, korbannya seolah tidak sadar," bebernya.

SLH sudah setahun belakangan menjalankan modus ini untuk kebutuhan hidup. Sebelumnya pelaku bekerja sebagai buruh bangunan. Motor dijual pada temannya yaitu AL. Kini keduanya mendekam di sel.

"Kami masih dalami lagi kasus ini. Apakah kemungkinan ada kejadian lain atau tidak," paparnya.

SLH mengaku tidak pernah melakukan tindakan kekerasan pada korbannya. Jika korban menolak memberikan motor, maka SLH pun langsung pergi. Dia mengaku tidak menggunakan ilmu gaib ataupun jimat ketika beraksi.

"Saya cuma ngobrol saja. Kalau dikasih langsung saya bawa. Nggak dikasih ya saya pergi. Saya nggak pakai jimat," katanya.

Rekomendasi