15 Menit 'ngumpet' di dalam sungai, jambret di Sunter akhirnya menyerah

Pelaku akhirnya terjebak. Motor yang ditungganginya pun ditinggal. Sedangkan pelaku berlari tunggang langgang sembari mengacungkan golok. Sewaktu di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Koja, Jakarta Utara memilih mencemplungkan badannya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
15 Menit 'ngumpet' di dalam sungai, jambret di Sunter akhirnya menyerah
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Ferry Alias Ambon tak punya pilihan lain ketika dikejar-kejar Anggota Jatanras Polres Metro Jakarta Utara. Kali Sunter pun dijadikan tempat untuk bersembunyi. Ferry adalah seorang jambret kawakan. Kali ini, ingin menjadikan Nurbaeti sebagai mangsa. Namun, Dewi Fortuna tak berpihak.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Sungkono mengatakan, pelaku bernama Ferry hendak merampas handphone milik Nurbaeti.

"Korban sedang memesan ojek online di depan Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jalan Deli, Jakarta Utara. Tanpa basa-basi, handphonenya dirampas," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (13/7).

Korban merespons tindakan pelaku. Korban berteriak-teriak hingga didengar warga. Beberapa diantaranya langsung mengejar pelaku. Termasuk Anggota Jatanras Polres Metro Jakarta Utara.

"Pelaku saat itu mengendarai sepeda motor diikutin terus sama anggota kami. Anggota kami tidak mengambil tindakan tegas karena situasi sedang ramai," ungkap dia.

Pelaku akhirnya terjebak. Motor yang ditungganginya pun ditinggal. Sedangkan pelaku berlari tunggang langgang sembari mengacungkan golok. Sewaktu di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Koja, Jakarta Utara memilih mencemplungkan badannya.

"Pelaku berendam di sungai," ungkap dia.

Aksi pelaku mengundang perhatian masyarakat. Mereka berduyun-duyun meyaksikan pelaku. Kira-kira 15 menit berada di dalam sungai, pelaku akhirnya menyerah.

"Tiba-tiba menongolkan kepala. Mungkin takut mati," ujar dia.

Saat ini pelaku digelandang ke Polres Metro Jakarta Utara. Pelaku diperiksa secara intensif untuk mendalami adanya hubungan dengan kasus peramapasan yang ada di Jakarta Utara.

"Masih kami kembangkan kasus ini," tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com

Rekomendasi