Pihak Polres Metro Jakarta Selatan telah mendapatkan hasil autopsi atas kematian Marthen Lay Raga Meloloskan yang diduga terkena peluru nyasar. Dari hasil autopsi, sopir Fuso itu tewas usai benda logam diduga mirip proyektil peluru bersarang di bagian otaknya.
"Masuk dari sini (bagian kiri kepala) ke sini (hampir tembus kepala bagian kanan) nggak tembus, bersarang di sini (otak)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stevanus Tamuntuan di Jakarta, Kamis (12/7).
Meskipun demikian, dirinya masih mendalami hal itu untuk menyakini. Pasalnya, ia tak ingin gegabah kalau itu adalah peluru.
"Benda logam ini apa, apakah peluru atau serpihan besi, itulah kepentingan kita uji ke labfor, dari labfor nanti kita bisa mententukan itu apa," jelasnya.
Dalam hal ini, lanjutnya, apabila hasil labfor menyimpulkan benda logam itu adalah proyektil peluru, maka polisi akan secapatnya melakukan uji balistik untuk mengetahui jenis senjata api dan ukuran kaliber peluru.
"Kalau itu proyektil baru ke tahap selanjutnya, uji balistik baru kita ketahui ini peluru siapa kaliber berapa," pungkasnya.