Wiranto klaim punya metode identifikasi narkoba jenis baru masuk ke Indonesia

Wiranto klaim punya metode identifikasi narkoba jenis baru masuk ke Indonesia. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah saat ini telah menemukan sebuah metode baru yang tidak dimiliki di negara-negara lainnya.

Radeva Pragia Bempah.
Oleh Radeva Pragia Bempah. - Reporter
Wiranto klaim punya metode identifikasi narkoba jenis baru masuk ke Indonesia
Menko Polhukam Wiranto. ©2018 Merdeka.com/ Ramdhan Triyadi

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah saat ini telah menemukan sebuah metode baru yang tidak dimiliki di negara-negara lainnya. Wiranto mengklaim, metode itu mampu mengidentifikasi narkoba-narkoba jenis baru yang masuk ke Indonesia.

"Hasil riset kita sendiri, ditemukan satu metode yang tidak ada di negara lain. Metode kita itu untuk mengidentifikasi narkoba-narkoba jenis baru. Dan negara-negara lain minta untuk disebarluaskan," kata Wiranto saat menghadiri puncak acara perayaan Hari Anti Narkotika Internasional, di Pusat Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7).

Menurut Wiranto, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia darurat narkoba. Berdasarkan laporan yang diterimanya, 30 anak muda tiap harinya meninggal karena narkoba.

Wiranto juga mengatakan, bahwa ancaman narkoba bisa digunakan sebagai instrumen proxy war untuk menghancurkan sebuah bangsa. Oleh sebab itu, ia menilai, narkoba adalah ancaman yang luar biasa dan betul-betul serius.

"Kita (pemerintah) setiap Lebaran berjaga-jaga supaya tidak ada korban lalu lintas. Kita bisa tekan itu. Tapi ini, tiap hari, seakan-akan kita membiarkan anak muda kita mati," ucap Wiranto.

Atas kondisi itu, Wiranto mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memerangi narkoba. Ia menyebut, salah satu cara kartel atau sindikat narkoba menyelundupkan barang haram tersebut masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan jalur-jalur tikus di daerah perbatasan.

"Yang sudah masuk ke sini (Indonesia) bukan hitungan kilo lagi, tapi ton," kata dia.

Rekomendasi