Sedikitnya 9 pedagang kaki lima (PKL) akan dipindahkan ke lokasi lain akibat dimulainya pembangunan Masjid Raya Sriwedari, dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Solo menyiapkan lokasi pemindahan para PKL tersebut di depan Gedung Wayang Orang (GWO) yang tak jauh dari lokasi semula.
Ketua Paguyuban PKL Rukun Santoso, Joko Sukamto mengatakan, saat ini ada 9 PKL terdampak yang akan dipindahkan. Meski ada alternatif lokasi selter PKL Sriwedari yang hanya berjarak 100 meter, namun lokasi yang dipilih adalah di depan GWO.
Saat ini 9 pedagang kios terdampak MTSS mulai mempersiapkan sejumlah alat untuk membangun kios darurat di depan GWO Sriwedari.
"Pemilihan pemindahan pedagang ke lahan parkir timur GWO karena penempatan pedagang di Shelter Sriwedari tak menjadi solusi bagi mereka. Pedagang kurang cocok disana," ujar Joko, Kamis (12/7).
Joko menerangkan, pembangunan kios darurat tersebut akan dilakukan swadaya para pedagang. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 16 juta. Uang tersebut dipenuhi pedagang usai biaya bongkar kios diberikan Pemkot Solo.
Menurut dia, pembangunan kios darurat segera dilakukan pekan ini. Ia memperkirakan, pembangunan tahap 1 Masjid Raya Sriwedari akan memakan waktu relatif lama. Karena itu akan lebih menguntungkan jika di sekitar GWO dari pada di Shelter Sriwedari.
Sementara itu Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Didik Anggono menjelaskan, pembangunan kios darurat di timur GWO Sriwedari yang merupakan lahan parkir tersebut telah mendapat kesepakatan oleh berbagai pihak. Dinas Pariwisata Solo, pelaksana proyek, hingga pengelola parkir dikawasan tersebut telah menyetujuinya.
"Kami sudah menawarkan penempatan para PKL di dalam shelter Sriwedar. Tapi karena memiliki pilihan sendiri maka kami izinkan. Ini sudah dikoordinasikan dengan semua pihak terkait," tandasnya.