Pemkot Solo batalkan pembangunan menara Masjid Raya Sriwedari

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo batal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan salah satu menara Masjid Raya Sriwedari. Dana sebesar Rp 1 miliar yang telah dianggarkan akan dialihkan penggunaannya. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pertanggungjawaban pemakaian dana proyek.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pemkot Solo batalkan pembangunan menara Masjid Raya Sriwedari
Taman Sriwedari. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo batal mengalokasikan anggaran untuk pembangunan salah satu menara Masjid Raya Sriwedari. Dana sebesar Rp 1 miliar yang telah dianggarkan akan dialihkan penggunaannya. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pertanggungjawaban pemakaian dana proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan, dana tersebut nantinya akan dialihkan untuk penyiapan lahan masjid.

"Jadi anggaran Rp 1 miliar tidak jadi untuk membangun menara. Akan kita alihkan untuk penyiapan lahan masjid," ujar Endah, Selasa (10/7).

Kendati dibatalkan, Endah memastikan pembangunan masjid senilai Rp 180 miliar itu tak akan terganggu. Termasuk pembangunan salah satu menara yang semula akan dibiayai Pemkot. Endah menyebut pembangunan menara dan masjid sepenuhnya dibiayai corporate social responsibility (CSR).

"Jadi APBD nantinya dipakai untuk dana penyiapan lahan, uang bongkar lapak pedagang kaki lima (PKL), pemagaran lokasi proyek dan lainnya," lanjutnya.

Endah kembali menjelaskan jika kebijakan pembatalan penganggaran tersebut dilakukan, lantaran Pemkot dan panitia pembangunan Masjid Raya Sriwedari tidak ingin kesulitan dalam pertanggungjawaban penggunaan anggaran proyek.

"Memang sengaja dipisah anggarannya biar penyusunan surat pertanggungjawaban (SPj) gampang. Kalau kita tetap menggunakan APBD nanti berarti harus ada dua kontraktor dalam proyek," katanya.

Sementara itu manajemen PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor pembangunan masjid mengaku siap menyediakan dana cadangan agar proyek berjalan lancar.

"Kami siap menyediakan dana cadangan kalau memang dana CSR yang dikumpulkan panitia, belum menutup seluruh kebutuhan anggaran. Sudah kami anggarkan sesuai kebutuhan," kata Humas PT Wika Yudhi Sirajuddin.

Rekomendasi