Menyambung hidup, anggota Polda DIY nyambi jadi penjual cilok

"Saya mulai jualan sore hari sampai malam atau sampai dagangan habis. Jadi tidak menganggu ketugasan saya di Polda," tutur bapak dua anak ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menyambung hidup, anggota Polda DIY nyambi jadi penjual cilok
Bripka Tony Purwanto penjual cilok. ©2018 Merdeka.com

Cilok, makanan berbahan dasar tepung ini banyak disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Harganya yang murah, rasanya yang enak hingga bisa dinikmati bersama-sama menjadi alasan Cilok banyak disukai.

Di Maguwoharjo, Depok, Sleman ada seorang penjual Cilok yang tak biasa. Penjual Cilok itu adalah Toni Purwanto (37). Selain berprofesi sebagai seorang penjual Cilok, Tony juga merupakan seorang anggota polisi di Polda DIY.

Tony menuturkan dirinya sudah sejak Maret 2017 berjualan Cilok. Keputusannya berjualan Cilok ini diambilnya usai dimutasi dari Polda Metro Jaya ke Polda DIY.

"Saya suka cilok. Hobi makan cilok. Dulu pulang dinas hampir selalu mampir beli cilok. Jadi saya sempat berpikir bisa tidak saja bikin sendiri dan menjualnya. Akhirnya setelah pindah ke Polda DIY saya putuskan untuk berjualan Cilok," ujar Tony saat berjualan di depan kantor BRI KCP Maguwoharjo, Jalan Raya Tajem Km 2, Senin (9/7).

Pilihan Tony untuk berjualan Cilok sepulang kerja pun mendapatkan dukungan dari pihak keluarga. Tony pun memilih berjualan di sore hari agar tak mengganggu jam kerjanya sebagai seorang polisi.

Bripka Tony Purwanto penjual cilok ©2018 Merdeka.com


"Saya mulai jualan sore hari sampai malam atau sampai dagangan habis. Jadi tidak menganggu ketugasan saya di Polda," tutur bapak dua anak ini.

Meskipun tak mendapatkan larangan dari institusinya, tetapi pria berpangkat Bripka ini sempat dinasehati komandannya di markas. Komandan tersebut membolehkan anggotanya memunyai kesibukan lain tetapi jangan sampai tugas dan pengabdian sebagai seorang polisi dikesampingkan. Tugas dan pengabdian sebagai polisi adalah yang utama.

"Tugas pokok saya sebagai polisi. Jualan cilok sebagai sampingan. Alhamdulillah pimpinan mendukung. Dulu sempat saya bawakan cilok ke kantor, rekan-rekan ikut mencicipi mereka suka dan banyak yang pesan," tutup pria kelahiran Jakarta ini.

Rekomendasi