Di depan wisudawan, Moeldoko cerita pesan Presiden Afghanistan untuk RI

Moeldoko menuturkan, pesan tersebut kerap disampaikan Jokowi tiap kali memberikan sambutan atau pidato di depan masyarakat. Kali ini, Moeldoko ingin berbagi pesan tersebut ke wisudawan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Di depan wisudawan, Moeldoko cerita pesan Presiden Afghanistan untuk RI
Moeldoko. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkapkan pesan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Moeldoko saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Periode IV Wilayah 2 Universitas Terbuka (UT) di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/7).

Moeldoko menuturkan, pesan tersebut kerap disampaikan Jokowi tiap kali memberikan sambutan atau pidato di depan masyarakat. Kali ini, Moeldoko ingin berbagi pesan tersebut ke wisudawan.

"Presiden Ashraf Ghani memberikan pesan ke Pak Jokowi. Pak Jokowi, hati-hati negara Anda relatif besar," ujar Moeldoko menirukan.

"Kami Afghanistan negara yang relatif kecil, kami hanya 14 suku, tapi dari 14 itu 2 suku berkelahi sampai sekarang ini sudah 40 tahun belum jelas kapan pertikaian itu berakhir," imbuhnya.

Satu suku yang bertikai membawa bala bantuan dari luar, begitu pun suku lawannya. Akibatnya perang antarsuku di negara tersebut tak kunjung usai hingga kini.

Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani juga 'curhat' soal kondisi negerinya. Sebelum ada perang, peradaban di sana cukup maju. Wanita bisa pergi ke mana saja dan menyetir mobilnya sendiri dengan aman.

Tapi begitu perang meletus, kaum wanita menjadi salah satu pihak yang paling menderita. "Yang terjadi saat ini, ibu-ibu, para perempuan, dan anak-anak menjadi korban dari pertikaian yang tidak jelas kapan berakhir," ucap Moeldoko.

Ashraf kagum melihat Indonesia yang memiliki banyak suku, agama, dan bangsa namun tetap aman. Namun, di sisi lain, Ashraf berpesan kepada Jokowi untuk selalu menjaga keberagaman tersebut agar tidak bernasib seperti negaranya.

"Saudara-saudara sekalian, Anda semuanya saya katalisator. Bahkan bagian dari kohesi bangsa ada di tanganmu. Untuk itulah pahamkan mereka, pengaruhilah lingkungan itu menuju pada sebuah kondisi yang semakin baik dalam konteks kebangsaan," ujar Moeldoko.

Karena itu, Moeldoko melanjutkan, jangan ada lagi bicara soal perbedaan. Jangan lagi persoalkan mayoritas dan minoritas. Jangan lagi pertentangkan suku, agama, dan budaya.

"Karena semua itu sudah kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia itu negara multi-ras, multi-agama," tuturnya.

Mantan Panglima TNI itu berpesan, jangan pernah lihat dan jadikan perbedaan sebagai sebuah kelemahan. "Tapi lihatlah sebagai sebuah anugerah yang dapat dikelola menjadi sebuah kekuatan," Moeldoko menambahkan.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi