Belum diizinkan RS, polisi tak bisa minta keterangan Dirjen Bina Konstruksi PUPR

"Korban ini sedang berolahraga ke arah Kota Tua kemudian dicoba ditarik tasnya karena mempertahankan akhirnya jatuh dan sekarang dirawat di Rumah Sakit," ucap Hengki.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Belum diizinkan RS, polisi tak bisa minta keterangan Dirjen Bina Konstruksi PUPR
Ilustrasi Penjambretan. ©2014 Merdeka.com

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarief Burhanudin mengalami penjambretan saat berolahraga di kawasan Kota Tua. Korban berusaha melawan hingga akhirnya terjatuh dan kini mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Medistra.

‎"Korban ini sedang berolahraga ke arah Kota Tua kemudian dicoba ditarik tasnya karena mempertahankan akhirnya jatuh dan sekarang dirawat di Rumah Sakit," ucap Hengki di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (25/6).

Usai kejadian, kepolisian belum mendapatkan izin dari rumah sakit untuk memintai keterangan. Mengingat, korban masih dirawat.

"Ini kan baru dilaporkan, kami belum periksa karena dari dokter juga belum mengizinkan," ‎ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Hengki, pihaknya belum bisa merinci apakah ada barang yang hilang dalam kejadian. Jika pun ada, dia belum tahu apa yang hilang karena pihaknya belum bertemu Syarief.

"Nanti berkesinambungan akan kami sampaikan," pungkasnya.

Rekomendasi