Seorang pria bernama Haliman (39), meletakan alas tikar di atas pasir putih Pantai Sanur, Denpasar Selatan. Sementara, istrinya Uyun sedang sibuk menyiapkan makanan ketupat dan opor ayam yang dibawanya.
Pasangan suami dan istri ini, adalah salah satu dari ribuan warga muslim Kampung Jawa, Desa Wanasari, Denpasar Utara, Bali, yang sedang memadati Pantai Sanur, untuk merayakan Lebaran Ketupat yang menjadi tradisi mereka setelah 7 hari dari Idul Fitri untuk berkumpul bersama-sama di Pantai Sanur.
Warga Kampung Jawa ini, ke Pantai Sanur membawa tikar dan lauk-pauk untuk makan bersama. Aktivitas mereka dimulai sejak pukul 15.00 sampai 18.00 WITA. Sejak satu jam sebelumnya, area parkir di Pantai Sanur penuh hingga tidak cukup menampung kendaraan roda empat (mobil).
Haliman yang merupakan Warga Kampung Jawa ini menjelaskan, bahwa tradisi Lebaran Ketupat sudah sejak dirinya masih kecil, itu sudah ada. Setiap tahunya Haliman bersama keluarga besarnya rutin tiap tahun mengunjungi Pantai Sanur saat Lebaran Ketupat.
"Bagi kami ini sudah menjadi tradisi dan sudah ada sejak saya kecil. Saya bersama anak dan istri naik motor kesini, tapi ada juga keluarga lain yang rombongan naik mobil Pick Up kesini," ucapnya, Jumat (22/6) sore.
Sementara, istrinya Uyun menyampaikan, untuk masakan yang dibawanya sudah ia siapkan sejak kemarin untuk dinikmati bersama-sama di Pantai Sanur. Selain Ketupat yang menjadi menu wajib, juga opor ayam, plecing kangkung, dan rujak.
"Sudah sejak kemarin saya siapkan, ini sudah biasa tiap tahun. Kami tidak bawa nasi untuk makan lauk-pauk pakai ketupat supaya lebih memaknai suasana Lebaran Ketupat," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Muhsan (61) yang juga merupakan warga Kampung Jawa, bahwa dirinya bersama rombongan keluarga besarnya sudah sejak pukul 02.00 Wita, berkumpul dan berangkat dengan menggunakan mobil pick up.
"Saya bersama keluarga anak dan istri, ada sekitar 20 orang sudah sejak siang tadi berangkat dari rumah ke Pantai Sanur. Kita baru sampai karena macet," ujarnya.
Untuk menu yang dibawa Muhsan bersama istrinya, adalah ketupat, lemper, ikan laut, sambal goreng, telor goreng dan tempe-tahu.
"Ini sudah biasa tiap tahun kita melakukan Lebaran Ketupat. Dan memang kebanyakan dari Kampung Jawa. Tradisi ini, sudah ada sejak saya kecil. Di hari ke 7 ini memang hari pengabisan Lebaran, jadi tiap tahun kita rutin kesini. Iya sekedar makan bersama dengan keluarga juga bawa anak-anak mandi di pantai," ujarnya.