Jelang pemilihan Gubernur Riau pada 27 Juni mendatang, Polres Kuantan Singingi rutin melakukan patroli. Mendatangi tiap rumah warga. Itu dilakukan guna mencegah praktik politik uang (money politik).
"Kita siap mengamankan dan terutama mengantisipasi adanya money politik. Jangan coba-coba memberikan uang untuk meraup suara, akan kami tangkap dan proses hukum," ujar Kapolres Kuantan Singingi AKBP Fibri Karpiananto kepada merdeka.com, Kamis (21/6).
Fibri mengaku sudah menyusun strategi untuk mencegah politik uang yang dirasa sangat rawan menjelang pemilihan kepala daerah. "Sebelum penindakan, kita sudah himbau kepada masyarakat agar menghindari yang namanya politik uang. Jika ada yang nekat akan kita sikat," tegasnya.
Selain menebar intelijen, Fibri juga menggencarkan patroli rutin di setiap desa, kecamatan hingga kota Taluk Kuantan. "Caranya, dengan meningkatkan patroli ke setiap rumah warga. Kita juga menambah personel dari Polda Riau 1 pleton dan dari Satuan Brimob 1 pleton," kata Fibri.
Fibri berharap pesta demokrasi di Kuantan Singingi berjalan lancar, aman, dan bersih. Dia juga meminta masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, dan jangan golput (tidak memilih).
"Selain aman, kami juga berharap tingkat partisipasi pemilih meningkat dalam pemilihan Gubernur Riau ini," terang Fibri.
Fibri mengingatkan, bagi yang ditunjuk menjadi petugas Linmas agar mempersiapkan diri dan tekhnis pam di setiap TPS. Petugas Linmas juga diminta selalu saling berkoordinasi dengan petugas Pengamanan di TPS.
"Petugas Pam TPS dan Petugas Linmas antisipasi kejadian dan kecurangan di TPS. Kasi Trantib lakukan pengecekan petugas linmas mengenai segala kesiapan dalam rangka pengamanan," kata Fibri.