Bimanesh cerita ke sepupu kalau Novanto mau ke KPK cuma sekadar gimmick

Bimanesh cerita ke sepupu kalau Novanto mau ke KPK cuma sekadar gimmick. Bahkan dia dengan gamblang menyebutkan mobil Toyota Fortuner yang digunakan saat kecelakaan terjadi baru dibeli pagi harinya.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Bimanesh cerita ke sepupu kalau Novanto mau ke KPK cuma sekadar gimmick
Bimanesh Sutarjo. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Kecelakaan yang menimpa Setya Novanto, Kamis 16 November 2017, menjadi perbincangan sendiri oleh Bimanesh Sutarjo, terdakwa perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP, dengan sepupunya. Bimanesh mengatakan, kecelakaan tersebut adalah rekayasa.

Dua hari setelah kecelakaan terjadi, Bimanesh berkomunikasi dengan sepupunya bernama Ety Tante Sari dan menerangkan rencana Setya Novanto bakal menyambangi KPK adalah sekadar tipu muslihat atau gimmick.

Bahkan dia dengan gamblang menyebutkan mobil Toyota Fortuner yang digunakan saat kecelakaan terjadi baru dibeli pagi harinya.

"Kecelakaannya disengaja, mobil bekas, baru dibeli paginya, skenario amatiran, ketahuan banget," ucap jaksa Kresno saat membacakan pengajuan Justice Collaborator yang diajukan oleh Bimanesh Sutarjo, Kamis (7/6).

Percakapan itu dibenarkan oleh Bimanesh. Sementara soal mobil bekas saat kecelakaan Setya Novanto berdasarkan pemberitaan di media.

Diketahui Bimanesh didakwa telah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia didakwa bersama-sama dengan Fredrich Yunadi melakukan upaya perintangan penyidikan terhadap Setya Novanto yang saat itu berstatus sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP saat itu.

Dalam perkara ini Bimanesh disebut melakukan rekayasa diagnosis kepada Novanto.

Rekomendasi