Presiden Joko Widodo menaikkan tunjangan kinerja TNI-Polri sebesar 70 persen. Direncanakan, kenaikan itu akan cair pada Juli 2018 mendatang bertepatan dengan gaji 13.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, berharap kenaikan itu diimbangi dengan kinerja yang lebih baik pula.
"Tentunya dengan mendapatkan tunjangan kinerja yang cukup, kinerja anggota juga meningkatkan. Tentunya kita juga berharap kinerja Polri secara keseluruhan naik," kata Setyo di lapangan silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/6).
Kenaikan tunjangan kinerja, sambung dia, hendaknya menjadi cambuk bagi anggota Korps Bhayangkara untuk bekerja maksimal dan meminimalisir kesalahan. Seperti tindakan pungutan liar.
"Dengan adanya ini diharapkan tidak ada lagi penyimpangan-penyimpangan. Kita kan ada gaji pokok, tunjangan kinerja," harapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan akan menaikkan pendapatan operasional kepada tiap anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di seluruh Indonesia saat buka puasa bersama TNI-Polri menyatakan.
"Saya kira seluruh Babinsa yang mendengar apa yang saya umumkan ini akan sangat bergembira. Terutama yang berada di pelosok," kata Jokowi dalam sambutannya di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6).
Menurut data yang diterima Jokowi, pendapatan operasional Babinsa terendah ada di angka Rp 310 ribu. Mulai Juli 2018 pendapatan terendah akan meningkat menjadi Rp 2,7 juta.
"Khusus untuk Babinsa, dimulai nantinya di bulan Juli akan ada kenaikan pendapatan operasional yang biasanya per bulan terendah Rp 310 ribu akan dinaikkan menjadi Rp 2.7 juta," jelas Jokowi.
Selain kenaikan pendapatan operasional, Jokowi juga menyinggung soal gaji ke-13 dan tunjangan THR. Jokowi pun menjanjikan adanya kenaikan tunjangan kinerja bagi TNI dan juga Polri sebesar 70 persen.
"Semoga tunjangan THR sudah terima semuanya. Kemudian nanti ditunggu lagi Juli ada gaji ke 13. Selain itu juga akan saya umumkan mengenai kenaikan kinerja atau Tukin yang akan juga diberikan di bulan Juli. TNI-Polri, semuanya naik jadi 70 persen," ujar Jokowi.