Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah yaitu Bupati Purbalingga, Tasdi pada Senin (4/6). Tasdi diketahui merupakan kader PDIP.
Menanggapi rekan satu partainya terkena OTT, politikus PDIP Arteria Dahlan mengatakan yang bersangkutan telah diberhentikan sebagai kader PDIP. Ia mengatakan ini sebagai bentuk komitmen PDIP sebagai garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.
"PDI Perjuangan selalu pada garis dan garda terdepan dalam konteks pemberantasan tindak korupsi. Kami sangat disiplin berbuat, bersikap dan bertutur kata terkait dengan janji-janji yang kami canangkan kepada publik," jelasnya di Gedung DPR RI, Selasa (5/6).
Setelah mengetahui kadernya terkena OTT, PDIP langsung menjatuhkan sanksi dengan memberhentikan yang bersangkutan. Saat ini, kata Arteria, Tasdi tak lagi tercatat sebagai kader PDIP.
"Yang bersangkutan kita katakan sudah diberikan sanksi partai, sudah kita berhentikan. Dengan demikian sudah tidak menjadi anggota PDIP," jelasnya.
Sanksi yang dijatuhkan partai kepada kadernya yang terkena kasus korupsi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan tanggung jawab politik kepada publik. Ia pun berjanji bahwa PDIP akan tetap konsisten memerangi korupsi.
"Janji kami kepada publik bahwa partai kami senantiasa setiap saat, setiap waktu selalu perang terhadap korupsi. Kita hormati juga proses hukum yang diajukan KPK," jelasnya.