Kepala BSPN PDIP Sidoarjo Heru Setyanto menyatakan pelatihan regu penggerak pemilih (guraklih) dan saksi dilakukan untuk bertugas mengawal proses pelaksanaan pencoblosan dengan benar serta untuk mengawal pemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti.
Heru mengaku, pihaknya sudah melakukan pelatihan di berbagai tempat di Sidoarjo. Terbaru, pelatihan digelar di Desa Permisan Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Minggu (3/6).
"Pelatihan kali ini diikuti 180 saksi mulai dari tingkat TPS, koordinator saksi tingkat desa, dan saksi tingkat kecamatan, se-Kecamatan Jabon," ujarnya.
Perlu diketahui, jumlah TPS di Jabon, Sidoarjo sebanyak 82. Heru mengungkapkan, pihaknya menyiapkan dua orang saksi yang ditempatkan di setiap TPS yang tersebar se-Kecamatan Jabon. Kemudian, menempatkan satu koordinator saksi disetiap desa dan kelurahan di Kecamatan Jabon.
"Sesuai data jumlah desa dan kelurahan 15. Jadi nanti orang sesuai jumlah desa. Lalu ada satu lagi yang ditempatkan di tingkat kecamatan," ungkapnya.
Para saksi yang diterjunkan untuk mengawal suara Gus Ipul dan Mbak Puti itu juga dibekali pemahaman, mulai proses pelaksanaan pencoblosan hingga proses selesai.
"Mereka kami bekali pemahaman proses sesuai aturan KPU. Kami lakukan simulasi," ungkap dia.
Simulasi itu didesain menyerupai tempat pemungutan suara. Mulai dari gambar paslon, visi misi dan daftar pemilih tetap yang ditempel di pintu masuk TPS. Termasuk layout meja kursi untuk petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), saksi, linmas, hingga kursi warga pemilih.
Tidak itu saja, panitia juga menyiapkan surat undangan memilih, surat suara, tinta, hingga bilik dan kotak suara yang dibuat hampir serupa. Sebagian peserta juga berperan sebagai petugas KPPS, saksi maupun pemilih.
"Dengan model simulasi, kami harapkan saksi bisa memahami dengan baik bagaimana proses pemungutan maupun penghitungan suara dilakukan," pungkas Heru.