Mahfud soal gaji BPIP: Anggota DPR Rp 1 M kenapa tidak itu yang diributin

Mahfud soal gaji BPIP: Anggota DPR Rp 1 M kenapa tidak itu yang diributin. Mahfud pernah menjabat sebagai anggota DPR pada 2004 lalu. Menurut Mahfud, pada tahun itu ia menerima gaji lebih dari 150 juta. Pendapatan itu, kata dia, jauh lebih besar dibanding anggota BPIP.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mahfud soal gaji BPIP: Anggota DPR Rp 1 M kenapa tidak itu yang diributin
Mahfud MD . ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menyebut pendapatan yang diterimanya tidak sebesar para anggota DPR. Ia pun menyayangkan sejumlah pihak yang menyindir soal pendapatan yang diterima BPIP.

"Jadi kami ini menerima gaji dibanding dengan yang lain itu jauh lebih kecil. Masing-masing anggota DPR Rp 1 miliar, kenapa tidak itu yang diributin," kata Mahfud di kantor Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Jakarta, Kamis (31/5).

Mahfud pernah menjabat sebagai anggota DPR pada 2004 lalu. Menurut Mahfud, pada tahun itu ia menerima gaji lebih dari 150 juta. Pendapatan itu, kata dia, jauh lebih besar dibanding anggota BPIP.

"Ini sudah 14 tahun berarti sudah lebih dari Rp 200 juta, Sudah pasti. Itu DPR ya. Kalau begitu DPR dong yang diributkan, kalau mau. Tetapi kita enggak pernah ribut. Malah sekarang DPR itu sudah tambah lagi satu komponen, uang serap aspirasi," ucap Mahfud.

Tak hanya itu, Mahfud menilai pendapatan anggota BPIP juga lebih kecil dibanding dengan kepala lembaga negara dan menteri.

"Kalau dibandingkan dengan gaji DPR, gaji MA, gaji MK, gaji menteri, dalam pengertian keseluruhan, ini mah kecil," tambah Mahfud.

Oleh sebab itu, Mahfud meminta kepada sejumlah pihak yang menyindir soal pendapatan yang diterima oleh anggota BPIP untuk membuka kembali Peraturan Presiden (Perpres) tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat dan Pegawai BPIP. Menurut Mahfud, dalam Perpres itu tertera dengan jelas besaran jumlah pendapatan yang diterima oleh pimpinan hingga pegawai BPIP.

Reporter: Hanz Salim
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi