Pasca penyerangan Mapolda Riau yang dilakukan sekelompok orang terduga teroris, Densus 88 Antiteror melakukan rangkaian penyelidikan. Sejumlah terduga teroris ditangkap di berbagai daerah kabupaten.
Kali ini, Tim Densus dan kepolisian Riau menangkap 5 orang terduga teroris di kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Dumai. Ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terduga teroris sebelumnya.
"Ada 5 orang terduga teroris yang diamankan tim Densus 88," ujar Kapolda Riau Irjen Nandang saat dihubungi merdeka.com, Minggu (20/5).
Nandang tak merinci identitas kelima terduga teroris tersebut. Namun, kelima pelaku berkaitan dengan aksi penyerangan Mapolda Riau pada Rabu (16/5) lalu.
"Kelima terduga teroris itu ditangkap di dua daerah, Rohil dan Dumai," kata Nandang.
Dihubungi terpisah, Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto mengatakan, di wilayahnya ada dua orang terduga teroris yang diamankan bersama Densus 88 Anti Teror. Keduanya ditangkap di lokasi dan waktu berbeda.
"Dua terduga teroris itu inisial HS alias Abu Yusuf diamankan di Kecamatan Pujud, dan AH diamankan di Bangko Pusako," kata Sigit.
Sigit menyebutkan, sejumlah barang dan dokumen serta ATM milik kedua terduga teroris disita sebagai barang bukti. Namun petugas tidak menemukan bahan peledak.
"Barang bukti dari kedua terduga teroris itu berupa sejumlah ATM, KTP, Kartu Keluarga, STNK sepeda motor, kuitansi, serta Handphone dan lainnya," kata Sigit.