Terdakwa perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP, Bimanesh Sutarjo, menghadirkan Jose Roesma, ahli bidang penyakit dalam dan hipertensi, sebagai saksi. Dalam keterangannya, Jose mengatakan hipertensi tidak berkaitan langsung dengan peristiwa pingsan.
Hal itu terungkap saat Jaksa Takdir Suhan menanyakan ada tidaknya korelasi peristiwa pingsan yang dialami seseorang dengan riwayat hipertensi. Jose menjelaskan, ada beragam faktor seseorang pingsan, namun jika dikaitkan hipertensi dengan pingsan, ia tidak sependapat.
"Tidak ada hubungan langsung pingsan dengan hipertensi," kata Jose di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (18/5).
Dia menjelaskan, pingsan bisa terjadi jika asupan oksigen ke otak berkurang. Sebagai organ vital pada tubuh manusia, jelas Jose, otak menyesuaikan kondisinya agar tidak menimbulkan hal-hal buruk dengan sengaja menghentikan aliran darah yang dipompa jantung. Dalam kondisi pingsan tersebut, jelasnya, kekurangan asupan oksigen pada otak dinetralisir dengan aliran darah merata.
"Misalnya diberikan obat lalu turun terlalu cepat, sehingga jantungnya tidak menyesuaikan, sehingga aliran darah ke otak kurang, jadinya orang itu bisa kekurangan oksigen. Otak melindungi diri sendiri dengan membuat orang itu jatuh dengan demikian, orang itu bisa pingsan," ujarnya.
Sama halnya dengan vertigo. Dokter yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) itu mengatakan seseorang dengan riwayat vertigo tak melulu karena hipertensi.
"Belum tentu hipertensi penyebab vertigo," jelas dia.
Diketahui dalam perkara ini Bimanesh sebagai dokter spesialis penyakit dalam, hipertensi pada Rumah Sakit Medika Permata Hijau, membuat diagnosa terhadap Setya Novanto yang isinya, cedera kepala ringan dengan keterangan kecelakaan, vertigo, dan hipertensi.
Ia didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Saat Novanto dirawat di RSMPH, KPK tengah melalukan pencarian terhadap dirinya atas penyidikan perkara korupsi proyek e-KTP dengan status tersangka saat itu.
Saat memberi keterangan sebagai saksi dengan terdakwa Fredrich Yunadi, mantan Ketua DPR itu mengaku tak tahu peristiwa kecelakaan tunggal pada Kamis 16 November 2017. Dia mengaku pingsan.
Sementara berdasarkan keterangan petugas keamanan rumah sakit, Novanto sadar. Hal itu diyakininya saat modem wifi Novanto terjatuh, Novanto meminta petugas keamanan tersebut mengambilnya.
Terdakwa perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP, Bimanesh Sutarjo, menghadirkan Jose Roesma, ahli bidang penyakit dalam dan hipertensi, sebagai saksi. Dalam keterangannya, Jose mengatakan hipertensi tidak berkaitan langsung dengan peristiwa pingsan.
Hal itu terungkap saat Jaksa Takdir Suhan menanyakan ada tidaknya korelasi peristiwa pingsan yang dialami seseorang dengan riwayat hipertensi. Jose menjelaskan, ada beragam faktor seseorang pingsan, namun jika dikaitkan hipertensi dengan pingsan, ia tidak sependapat.
"Tidak ada hubungan langsung pingsan dengan hipertensi," kata Jose di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (18/5).
Dia menjelaskan, pingsan bisa terjadi jika asupan oksigen ke otak berkurang. Sebagai organ vital pada tubuh manusia, jelas Jose, otak menyesuaikan kondisinya agar tidak menimbulkan hal-hal buruk dengan sengaja menghentikan aliran darah yang dipompa jantung. Dalam kondisi pingsan tersebut, jelasnya, kekurangan asupan oksigen pada otak dinetralisir dengan aliran darah merata.
"Misalnya diberikan obat lalu turun terlalu cepat, sehingga jantungnya tidak menyesuaikan, sehingga aliran darah ke otak kurang, jadinya orang itu bisa kekurangan oksigen. Otak melindungi diri sendiri dengan membuat orang itu jatuh dengan demikian, orang itu bisa pingsan," ujarnya.
Sama halnya dengan vertigo. Dokter yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) itu mengatakan seseorang dengan riwayat vertigo tak melulu karena hipertensi.
"Belum tentu hipertensi penyebab vertigo," jelas dia.
Diketahui dalam perkara ini Bimanesh sebagai dokter spesialis penyakit dalam, hipertensi pada Rumah Sakit Medika Permata Hijau, membuat diagnosa terhadap Setya Novanto yang isinya, cedera kepala ringan dengan keterangan kecelakaan, vertigo, dan hipertensi.
Ia didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Saat Novanto dirawat di RSMPH, KPK tengah melalukan pencarian terhadap dirinya atas penyidikan perkara korupsi proyek e-KTP dengan status tersangka saat itu.
Saat memberi keterangan sebagai saksi dengan terdakwa Fredrich Yunadi, mantan Ketua DPR itu mengaku tak tahu peristiwa kecelakaan tunggal pada Kamis 16 November 2017. Dia mengaku pingsan.
Sementara berdasarkan keterangan petugas keamanan rumah sakit, Novanto sadar. Hal itu diyakininya saat modem wifi Novanto terjatuh, Novanto meminta petugas keamanan tersebut mengambilnya.