Dukungan soekarnois Jawa Timur semakin besar kepada pasangan calon (Paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Dukungan ini diungkapkan dalam "Temu Kangen Barisan Soekarnois Jawa Timur" bersama Guntur Soekarno Putra di Grand City, Surabaya.
Komitmen memenangkan Puti dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) terlihat dalam acara temu kangen bersama Guntur. Dalam pertemuan ini sebanyak 40 simpul organisasi berlatar belakang nasionalis berkumpul. Mereka ingin menunjukkan sebagai keluarga besar Soekarno, ikut terlibat secara langsung memenangkan cucunya di Pilgub.
"Pertemuan ini memiliki beberapa agenda, kami ingin temu kangen dengan Mas Tok (Guntur Soekarno Putra," kata Ketua Panitia Temu Kangen Barisan Soekarno Bersama Guntur Soekarno Putra di Grand City, Surabaya, Eddy Wahyudi, Jumat (11/5).
Eddy mengatakan, selain bertemu secara langsung dengan Guntur Soekarno, pertemuan yang dihadiri 40 simpul organisasi soekarnois ini juga menegaskan komitmen untuk mendukung dan memenangkan Putri Guntur Soekarno Putra yakni Puti Guntur Soekarno memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.
Saat ini, semua kader soekarnois sudah siap bergerak untuk menang dalam proses pemilu yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018. Untuk itu, konsolidasi dilakukan supaya semua simpul eksponen yang ada di Jatim semakin serius memenangkan Puti dalam persaingan pemilihan gubernur.
"Kami memberikan dukungan konkrit kepada mbak Puti Guntur Soekarno untuk memenangkan pertarungan dalam pilgub Jawa Timur,” tegas Eddy di atas panggung.
Eddy menuturkan, dukungan konkrit ini diberikan secara langsung di depan Guntur Soekarno, Putra Sulung Bung Karno. Bahkan dalam acara ini, seluruh soekarnois memberikan ruang khusus kepada Guntur Soekarno untuk berdialog secara langsung dengan soekarnois.
"Jangan takut dicekal, kami memberikan ruang khusus pada Mas Tok untuk berbicara panjang lebar. Temu kangen ini milik Mas Tok," ujar dia.
Mendengar ucapan itu, seluruh kader soekarnois langsung memberikan tepuk tangan. Mereka merasa kangen dengan apa yang dibicarakan Guntur. Apalagi, Guntur sebagai Putra Soekarno tidak pernah berbicara di depan publik setelah kabarnya pernah dicekal di masa orde baru (Orba). Saat itu, Guntur selesai melakukan kampanye dan menjadi juru kampanye (Jurkam) PNI.