Bercanda bawa bom di tas, penumpang Lion Air gagal terbang ke Belitung

Peristiwa itu terjadi saat FW dan sejumlah penumpang sudah berada di dalam pesawat. Kepada awak kabin, dia mengatakan tasnya berisi bom. Akibat tindakannya, wanita 38 tahun itu terancam satu tahun penjara.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Bercanda bawa bom di tas, penumpang Lion Air gagal terbang ke Belitung
Ilustrasi BOM. ©2015 Merdeka.com

FW (38) calon penumpang pesawat Lion Air JT 120 tujuan Tanjung Pandang, Belitung akhirnya gagal berangkat. Penyebabnya, pernyataan yang dia lontarkan, mengancam keselamatan penerbangan pada Rabu (2/5).

Kini, wanita asal Bangka Belitung itu harus berurusan dengan petugas Administrasi Bandara (Adban) untuk mempertanggungjawabkan ucapannya.

Peristiwa itu terjadi saat FW dan sejumlah penumpang sudah berada di dalam pesawat. Kepada awak kabin, dia mengatakan tasnya berisi bom.

"Karena ucapannya itu, yang bersangkutan kami periksa," kata Senior Manager Avsec Tommy Bawono.

Hasil pemeriksaan petugas, penumpang tersebut mengatakan isi tas bawaannya berisi bom kepada kru (pramugari). Niatnya, hanya membuat lelucon

"Ini berdasarkan Pasal 437 Undang-Undang nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Jadi ancamannya tidak main-main, dan engga bisa sembarangan ucap," katanya.

Lion Air memastikan pesawat Boeing 737-800NG beregistrasi PK-LJY yang melayani rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang ke Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung (TJQ), dalam kondisi aman dan laik terbang.

Lion Air mengklarifikasi terkait ancaman bom dalam pesawat tersebut yang bersumber dari seorang penumpang wanita bernisial FW, bernomor kursi 24C dengan memberitahu ke salah satu awak kabin adanya bom di pesawat.

Public Relation Lion Air Grup Ramaditya Handoko menyatakan, setelah mendapat informasi tak benar itu, Pimpinan awak kabin (FA1) berkoordinasi dengan seluruh kru yang bertugas guna menjalankan tindakan sesuai prosedur standar operasional. Dalam menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelanggan dan kru, pilot sebagai PIC memutuskan untuk menurunkan kembali seluruh penumpang dan barang bawaan.

"Selanjutnya dilakukan pengecekan ulang pada pesawat, yang pada saat itu terdapat 166 penumpang dewasa, enam anak-anak dan dua bayi, seluruh barang bawaan serta kargo," kata Ramaditya, Rabu (2/5).

"Dengan kerjasama yang baik antara kru pesawat, petugas layanan di darat dan petugas keamanan bandar udara proses pemeriksaan diselesaikan secara tepat dan benar," tandas dia.

Akibat kejadian tersebut, Lion Air JT 120 mengalami keterlambatan penerbangan 120 menit, dari waktu berangkat pukul 09.25 WIB. Lion Air telah menerbangkan dengan jadwal keberangkatan terbaru menuju Tanjung Pandan pada 11.15 WIB.

Penumpang (FW) masih dalam penyelidikan dan Lion Air telah menyerahkan ke avsec bandar udara beserta pihak berwenang guna menjalani proses lebih lanjut.

"Lion Air menginformasikan, kondisi itu berpotensi menyebabkan delay pada rute Tanjung Pandan ke Cengkareng dan Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kep. Riau (BTH) pergi pulang (PP). Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar rute penerbangan lainnya tidak terganggu," kata dia.

Lion Air Group juga mengimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat untuk tidak bergurau tentang bom. Semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib. Peringatan bahaya bercanda mengenai bom termasuk kategori pelanggaran pidana Pasal 437 UU Penerbangan.

Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.

"Melalui kesempatan ini, Lion Air Group mengimbau kepada media, pelanggan dan masyarakat, untuk mengetahui perkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Lion Air," ucap Ramaditya.

Halaman
Rekomendasi