Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa misi kebangsaan ke depan adalah membangun masa depan Indonesia dengan perencanaan yang baik. Kita perlu melahirkan solusi sebagai problem solver berbagai permasalahan bangsa, satu diantaranya adalah masalah kesejahteraan rakyat.
Hal itu Aher ungkapkan dalam sambutannya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat Periode 2018-2020 di Aula Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro No 22, Kota Bandung, Sabtu sore (21/4/18).
"Misi kebangsaan ke depan adalah bagaimana kita mampu membangun bangsa dan negara ini disusun dengan rencana yang baik," ujar Aher.
"Kita harus mampu melahirkan suatu solusi bagi pemecahan berbagai persoalan kebangsaan, dan satu diantara persoalan tersebut adalah kesejahteraan rakyat," lanjutnya.
Gubernur Aher saat menghadiri pengukuhan Pengurus DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ja ©2018 Merdeka.comAher meyakini bahwa kesejahteraan bisa menciptakan rasa aman. Apabila masyarakat berdaya secara ekonomi, hal itu akan menutup celah kejahatan atau kriminalitas, hingga menciptakan budaya antikorupsi.
Untuk itu, pada kesempatan ini Aher mengajak kepada kaum muda khususnya mahasiswa Indonesia di Jawa Barat mengubah perdebatan atau diskusi tentang ideologi. Sudah saatnya anak muda sekarang berbicara tentang tema kesejahteraan bangsa.
"Mari dialektika kita ubah, dari dialektika ideologis kepada dialektika teknis, strategis menuju bangsa ini supaya sejahtera dan aman pada saat yang bersamaan," ajaknya.
Sementara itu, Ketua DPD Persatuan Alumni (PA) GMNI Jawa Barat Abdi Yuhana menyampaikan harapan besar, bagi pengembangan GMNI ke depan di Jawa Barat. Dengan begitu, GMNI mampu memberikan konstruksi berpikir yang baik bagi pencapaian bangsa ke depan.
"Berbagai persoalan yang kian dihadapi bangsa ini harus mampu dipecahkan oleh GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang bernafas semangat nasionalisme dan patriotisme," tutur Abdi.
Gubernur Aher saat menghadiri pengukuhan Pengurus DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ja ©2018 Merdeka.comAbdi juga menyinggung bahwa persoalan kebangsaan yang di hadapi Jawa Barat saat ini, adalah persoalan bersama yang perlu di pecahkan melalui musyawarah sebagaimana semangat Pancasila.
Pengukuhan DPD GMNI Jabar ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Nomor: 06/SK/DPP.GMNI/IV/2018 tentang Pengesahan Pengurus DPD GMNI Provinsi Jawa Barat.
Ketua Umum DPP GMNI Robiyatullah, yang turut hadir pada acara pengukuhan menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Pengurus DPD GMNI Jabar Periode 2018-2020. Pria yang akrab disapa Roy ini berharap, kerja organisasi dan ideologi akan senantiasa dilaksanakan oleh DPD GMNI Jabar.
"Semoga kerja-kerja organisasi dan kerja-kerja ideologi mampu senantiasa dilaksanakan oleh DPD GMNI. Sebagaimana amanat kongres ke-20 GMNI yang di laksanakan di Minahasa, Sulawesi Utara," ucap Roy.
Konsolidasi gerakan sebagaimana visi dari kepengurusan DPP GMNI saat ini, kata Roy harus senantiasa dikerjakan bersama-sama, melalui cara-cara ideologis dan kembali kepada jalur massa rakyat. Hal itu sesuai dengan ruh gerakan GMNI yang memiliki cita tinggi sosialisme Indonesia.
Proses pengukuhan dihadiri oleh seluruh DPC GMNI se-Jawa barat, kader, anggota, dan seluruh alumni GMNI yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.
GMNI Jabar Komitmen Membasis Bersama Rakyat
Ketua DPD GMNI Jabar Wahyu Khanoris dalam pidato pertamanya, menyampaikan komitmen GMNI Jabar, sesuai dengan tema acara Pengukuhan Pengurus DPD GMNI Jabar Periode 2018-2020. Tema yang diangkat, yaitu "GMNI Sebagai Taman Sari Keilmuan dalam Memperkokoh Rasa Kebangsaan dan Keberpihakan Terhadap Kaum Marhaen".
Wahyu menjelaskan, tema tersebut sebagai pijakan GMNI Jabar ke depan. GMNI Jabar harus berpijak pada keilmuan. Terlebih lagi mahasiswa dikenal sebagai kaum intelektual.
"Kader khususnya, bagaimanapun keilmuan dalam GMNI harus dikedepankan. Karena intelektualitas ini menjadi suatu intelektual organik untuk memperjuangkan keberpihakan terhadap Marhaen," ujar Wahyu.
"Kita akan berjuang terus membasis bersama rakyat, buruh, dan petani. Komitmen DPD GMNI ke depan, kita akan memperjuangkan basis-basis Marhaen, khususnya petani, buruh, dan nelayan," tandasnya.
Lanjut Wahyu, GMNI Jawa Barat akan senantiasa membangun sinergitas bersama untuk membangun dan berkonsolidasi, sebagai suatu organisasi yang tetap memegang teguh prinsip dasar perjuangan Marhaenisme.
Advertisement
Sementara, Sekretaris DPD GMNI Jawa Barat Dewex Sapta Anugrah berharap, ke depan GMNI harus senantiasa memegang teguh prinsip perjuangan yang bersumber pada persoalan-persoalan Marhaen. "Karena itulah yang menjadi objek perjuangan, serta menjadi ciri gerakan kerakyatan yang menjadi sumber inspirasi bagi tercapainya susunan masyarakat yang tidak ada penghisapan manusia atas manusia, dan bangsa atas bangsa," tukasnya.
Tantangan di Era Millenial ini, kata Dewex adalah tantangan arus globalisasi yang begitu cepat. Masifnya teknologi informasi yang kian mengguncang dan mempercepat proses liberalisasi dari berbagai sektor kehidupan.
"Maka dari itu, sebagaimana amanat Konferda keempat GMNI Jawa barat ini, kita akan senantiasa memegang teguh semua prinsip ideologi sebagai sumber dari keyakinan gerakan," pungkasnya.